DPD Nasdem Bontang Tolak Putusan Pembatalan Caleg Kasdi, Siapkan Upaya Hukum

Menurut Joni, keputusan Bawaslu telah mencabut hak politik warga negaea untuk dipilih pada kontestasi lima tahunan tersebut.

DPD Nasdem Bontang Tolak Putusan Pembatalan Caleg Kasdi, Siapkan Upaya Hukum
Tribunkaltim.co/Ichwal Setiawan
Majelis Hakim Bawaslu Kaltim memutuskan agar pencalonan Kasdi caleg dari partai Nasdem nomor urut 9 digugurkan. 

DPD Nasdem Bontang Tolak Putusan Pembatalan Caleg Kasdi, Siapkan Upaya Hukum

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Nasdem Bontang, Joni Muslim menyayangkan keputusan Bawaslu Provinsi Kaltim menganulir calon legislatif (Caleg) nomor urut 9 daerah pemilihan Bontang Selatan, Kasdi untuk ikut berlaga di Pileg 2019 nanti.

Menurut Joni, keputusan Bawaslu telah mencabut hak politik warga negara untuk dipilih pada kontestasi lima tahunan tersebut.

“Kami anggap keputusan itu tidak adil, dan kami pastikan akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap putusan itu,” ujar Joni saat dikonfirmasi tribunkaltim.co melalui sambungan selulernya, Minggu (20/1/2019).

Ratusan Wisatawan Kunjungi Beras Basah, BPBD Siapkan Tim Medis

Bank BTN Masuk Tanjung Selor, Ini Respon DPD Apersi Kaltara

Update Hasil Final Malaysia Masters 2019 - Ganda Jepang Kalahkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Keputusan untuk mengoreksi hasil persidangan akan ditindaklanjuti sesuai arahan dari Dewan Pengurur Pusat (DPP) Nasdem. Saat ini, caleg bersangkutan ditemani pengurus DPW Nasdem Kaltim telah bertemu di Jakarta.

Mereka masih merumuskan upaya untuk menolak hasil putusan Majelis Hakim Bawaslu Kaltim.

Kata dia, ada dua opsi untuk ajukan keberatan atas hasil putusan Bawaslu. Pertama, pihaknya akan mengikuti prosedur pemilu yakni mengajukan koreksi atas putusan itu ke Bawaslu RI. Kedua, pihaknya bakal menempuh jalur sengketa pemilu melalu peradilan.

“Kita masih menunggu hasil konsultasi dengan DPP, hari ini pak Kasdi dan DPW sudah ada di Jakarta. Hasil keputusan mungkin akan kita sampaikan besok (Senin (21/1/2019),” ujar dia.

Menurut Joni, putusan membatalkan Kasdi dari Pileg 2019 sangat merugikan partai. Sebab, Kasdi termasuk salah satu calon unggulan partai dari Dapil Bontang Selatan.

“Kasdi itu merupakan Ketua Paguyuban besar di Bontang. Dia sangat potensial untuk duduk di Parlemen. Dengan pembatalan ini, sangat merugikan kami,” katanya.

Edy Rahmayadi Mundur, Mata Najwa Bakal Buat PSSI Bisa Apa Jilid 3

Ketua RT Belum Terima Kabar Pernikahan Ahok di 15 Februari 2019

Kisah Herman, Tukang Cukur Jokowi yang Tiap Bulan Datang ke Istana Negara

Dia menambahkan, pertimbangan hakim memutuskan perkara Kasdi dianggap tidak adil. Pasanya, pencalonan Kasdi telah prosedural di KPU Bontang. Seharusnya upaya pencekalan kontestasi dilakukan saat pendaftaran lalu.

“Segala kebutuhan administrasi telah dipenuhi, termasuk surat pengunduran diri sebagai ASN. KPU saat itu juga telah mengesahkan, bahkan Panwaslu (Bawaslu saat ini) juga telah menyetujui. Kenapa baru sekarang digagalkan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis hakim Bawaslu Provinsi Kaltim memutuskan pencalonan Calon Legislatif (Caleg) Nasdem nomor urut 9 Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Selatan, Kasdi digugurkan.

Kasdi dinyatakan melanggar aturan pemilu karena masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan dan KB saat mengikuti kontestasi Pileg 2019.

Majelis hakim yang dipimpin Saipul dan dua anggotanya Muhammad Ramli serta Ebis Marwi memutuskan agar KPU Bontang mencoret nama Kasdi sebagai Caleg dari Partai Nasdem. (*) 

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved