Rektor Uniba Piatur Pangaribuan Ungkap Mahasiswinya Banyak yang Gunakan Kosmetik Ilegal

Ia mengimbau mahasiswinya dalam membeli produk kosmetik harus memastikan terlebih dahulu apakah sudah terdaftar oleh BPOM.

Rektor Uniba Piatur Pangaribuan Ungkap Mahasiswinya Banyak yang Gunakan Kosmetik Ilegal
Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani
Rektor Uniba Piatur Pangaribuan Ungkap Mahasiswinya Banyak yang Gunakan Kosmetik Ilegal 

Diketahui, ketiga tersangka tersebut terbukti mengedarkan kosmetik ilegal dan kosmetik hasil racikan melalui salon miliknya masing-masing dan melalui online dengan beragam jenis kosmetik seperti cream wajah, lulur, facial, toning, pemutih wajah, obat jerawat, sabun dan sejenisnya.

Kosmetik Ilegal Umumnya Janjikan Hasil Instan, Konsumen Tergiur Miliki Kulit Putih

"Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 197 Jo 106 ayat 1, UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun kurungan," pungkas Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra saat press realease penangkapan pelaku penjual kosmetik ilegal di Mapolres Balikpapan, Kamis (17/1/2019) lalu. 

Minta Kepolisian Sasar juga Reseller Pengedar Kosmetik Ilegal

Pasca ditangkapnya tiga tersangka penjualan kosmetik ilegal di Balikpapan, Koordinator Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Kaltim, Piatur Pangaribuan meminta Polres Balikpapan juga melakukan pengembangan terhadap reseller produk tersebut yang berpotensi masih menjual dan mengedarkan produk kosmetik illegal tersebut kepada masyarakat.

"Tersangka kan punya reseller-reseller yang turut membantu mengedarkan produk ilegal itu. Dan mereka juga bisa dikenakan pidana," ujarnya, Sabtu (19/1/2019).

Dijelaskan Piatur Pangaribuan, reseller kosmetik tersebut juga bisa dikenakan pidana dengan pasal 55 KUHP turut serta mengedarkan produk tersebut dan merugikan konsumen.

Apalagi menurutnya sampai menimbulkan korban.

Sederet Fakta Kasus Kosmetik Ilegal di Kaltim, Produknya Laris Manis hingga Endorse Artis Ternama

"Meskipun alasannya tidak mengetahui, tapi dia turut mengedarkan produk kosmetik ilegal dan berbahaya itu. Apalagi pembelinya sampai mengalami luka atau kerusakan pada dirinya," terangnya.

Ia menambahkan, terkait besaran hukuman untuk reseller itu, ungkap Piatur Pangaribuan biasanya tidak seberat pelaku utamanya atau otaknya.

Namun, tetap akan diproses dan diputuskan oleh hakim di persidangan nantinya.

"Walaupun dia mengaku tidak tahu, tapi kan ada proses persidangan nanti yang membuktikan. Serta ada bukti-buktinya juga nantinya. Jadi, biar hakim nanti yang putuskan hukumannya berapa lama akibat perbuatannya," pungkasnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved