Kasus DBD Meningkat, Apakah Kaltim Berstatus KLB? Simak Penjelasan Dinas Kesehatan

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kaltim memang meningkat tahun 2018 dibanding tahun 2017.

Kasus DBD Meningkat, Apakah Kaltim Berstatus KLB? Simak Penjelasan Dinas Kesehatan
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
ILUSTRASI - Kasus DBD di Kabupaten Berau cenderung meningkat, Dinas Kesehatan terus berupa menekan dengan cara melakukan pengasapan di sejumlah kawasan endemik DBD. 

Kasus DBD Meningkat, Apakah Kaltim Berstatus KLB? Simak Penjelasan Dinas Kesehatan

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kaltim memang meningkat tahun 2018 dibanding tahun 2017. Namun hal itu bukan berarti Kaltim menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Rini Retno Sukesi menegaskan Kaltim belum berstatus KLB DBD tahun ini berdasarkan data tahun 2018.

Menurutnya informasi mengenai KLB yang beredar di media massa diambil berdasarkan permasalahan di Kabupaten Paser.

Baca: Dinamika Kabar Abu Bakar Baasyir Bebas; Wiranto soal Grasa Grusu hingga Rakor Ponpes

Baca: Demi Jaga Masjid, Pria Palestina Tolak Terima Uang Rp 1 Triliun dari Israel

Baca: 105 Atlet Taekwondo di Kaltim Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

JAGA KEBERSIHAN - Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan untuk menakan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
JAGA KEBERSIHAN - Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan untuk menakan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). (TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN)

"Saya rasa ini berdasarkan beberapa bulan lau datanya, itu di Paser. Tapi belum KLB. Kaltim juga belum ada KLB," katanya kepada Tribunkaltim.co di kantor Gubernur Kaltim Jl Gajah Mada, Samarinda Kalimantan Timur, Senin (21/1).

Kabid P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) Dinkes Kaltim, Soeharsono mengatakan Kaltim belum KLB.

Menurutnya data berdasarkan Kementerian Kesehatan hanya untuk memprediksi peningkatan kasus DBD di seluruh provinsi agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Kemenkes belum ada merilis, ini hanya menganalisa karena seluruh provinsi di Indonesia jumlah kasusnya meningkat," ujarnya di kantor Dinkes Kaltim Jl QW Syahranie Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (21/1).

Baca: 105 Atlet Taekwondo di Kaltim Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Baca: Sektor UMKM Kaltara Ditarget Tumbuh Seperti Bali, Yogya dan Jabar

Baca: Harga Mantan Kapten Persib Bandung Atep Dibandrol Rp 800 Juta, Persiba Balikpapan Pikir-pikir

ILUSTRASI - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menaburkan bubuk abate dalam Gertak DBD beberapa waktu lalu. Pemberantasan demam berdarah dengue semestinya bukan seremonial belaka. Peran aktif masyarakat mencegah dan menanggulangi penyakit DBD merupakan kunci keberhasilan upaya pemberantasan penyakit DBD.
ILUSTRASI - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menaburkan bubuk abate dalam Gertak DBD beberapa waktu lalu. Pemberantasan demam berdarah dengue semestinya bukan seremonial belaka. Peran aktif masyarakat mencegah dan menanggulangi penyakit DBD merupakan kunci keberhasilan upaya pemberantasan penyakit DBD. (tribunkaltim.co/aridjawana)

Ia mengatakan selama ini Kaltim belum pernah berstatus KLB untuk DBD. Namun ia membenarkan terjadi peningkatan kasus DBD di Kaltim tahun 2018 dibanding tahun 2017.

"Kasus DBD memang meningkat. Di Kaltim tahun 2018 ada sekitar 3.500 kasus. Sedangkan tahun 2017 hanya sekitar 2 ribuan kasus," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved