Polres Paser Gagalkan Pengiriman Kayu Hasil Hutan Cagar Alam ke Pulau Madura

Dari hasil pemeriksaan, truk yang memuat kayu tersebut, tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH).

HO/Satreskrim Polres Paser
Kayu yang diduga berasal dari kawasan cagar alam, Kabupaten Paser berhasil diamankan Polres Paser. Kayu-kayu tersebut rencananya akan dikirim ke pulau Madura guna diperjual belikan, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, PASER - Kasus illegal logging kerap terjadi, terutama di wilayah yang masih terdapat hasil hutannya.

Belum lama ini, tepatnya tanggal 18 Januari 2019 lalu, Satreskrim Polres Paser bekerja sama dengan KPHP Kandilo berhasil mengungkap dugaan tindak pidana illegal logging.

Pengungkapan itu sendiri berawal dari informasi masyarakat tentang adanya aktivitas pengangkatan kayu di kawasan cagar alam Kabupaten Paser.

Dari informasi tersebut, kepolisian langsung melakukan penyelidikan, dengan terlebih dahulu memberhentikan truk yang diduga memuat kayu yang berasal dari kawasan cagar alam, di Kecamatan Grogot.

Dari hasil pemeriksaan, truk yang memuat kayu tersebut, tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH).

Kepolisian pun langsung mengamankan tiga orang di truk tersebut, yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, yakni BR, MA dan PR.

Baca juga:

Kondisi Komodo Makin 'Kurus', Gubernur NTT Bakal Tutup Taman Nasional Komodo Selama Setahun

Tantangan Donald Cerrone Berbalas Sahutan Conor McGregor

Ditanya Soal ''01 atau 02'', Anak Abu Bakar Baasyir Menjawab . . .

Begini Respons Caleg yang Diduga Kampanye di Rumah Ibadah di Balikpapan Usai Ditetapkan Tersangka

Menuju Momen Peresmian, Alvaro Morata Diklaim Sudah Jadi Pemain Atletico Madrid

Resmi, Titus Bonai Tidak Akan Berseragam Borneo FC di Liga 1 2019

"Kita amankan tiga pelaku, dengan truk beserta isinya, berupa kayu yang diduga diambil dari kawasan cagar alam," ucap Kapolres Paser, AKBP Roy Satya Putra, melalui Kasat Reskrim, AKP Rido Doly Kristian, Selasa (22/1/2019).

Dari hasil pemeriksaan, kayu-kayu tersebut hendak dikirim ke pulau Madura guna dijual kembali, karena harga jual di pulau Jawa dan sekitarnya tergolong tinggi.

Nantinya, kayu tersebut akan dikirim ke pulau Madura melalui Pelabuhan Balikpapan.

Harga jual kayu itu sendiri, jenis kayu galam per kubiknya di pulau Jawa seharga Rp2,8 juta hingga Rp3 juta.

Sedangkan harga jual di Paser hanya berkisar Rp 800 ribu per kubiknya.

Lanjut dia menjelaskan, upaya ini adalah cara untuk memberikan efek jera dan juga dalam upaya menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kabupaten Paser.

Selama ini, KPHP Kandilo dan BKSDH telah bekerja sama dengan Polres Paser memberikan sosialisasi untuk menjaga kelestrarian hutan, khususnya di kawasan cagar alam.

Namun masih saja ditemukan bentuk bentuk pembalakan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sehingga diperlukan upaya penindakan untuk memberikan efek jera.

"Untuk seluruh komponen masyarakat, mari kita menjaga kelestarian hutan kita khususnya wilayah cagar alam yang memang harus dijaga untuk kesinambungan kehidupan kita dan dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem," ucapnya, Selasa (22/1/2019).

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 83 jo Pasal 88 UU Nomor 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan, Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman kurungan maksimal mencapai 15 tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved