Tarif Bagasi Lion Air tak Gratis, Bandara Sepinggan Bakal Sediakan Tempat Penitipan Barang Sementara

Airport Manager Lion Air bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Muhammad Reza Alfandy, mengatakan pada Selasa (22/1), pihaknya sudah memikirkan hal itu.

Tarif Bagasi Lion Air tak Gratis, Bandara Sepinggan Bakal Sediakan Tempat Penitipan Barang Sementara
Tribunkaltim.co/Fachmi Rachman
Petugas counter check in Lion Air melayani bagasi penumpang di counter check in Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Selasa (22/1/2019). 

Tarif Bagasi Lion Air tak Gratis, Bandara Sepinggan Bakal Sediakan Tempat Penitipan Barang Sementara

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Diberlakukannya tarif bagasi yang tak lagi gratis oleh maskapai Lion Air terhitung hari ini Selasa (22/1), menimbulkan kemungkinan ada barang-barang yang bertumpuk dan ditinggal di bandara, akibat ketidakmampuan penumpang membayar bagasi.

Airport Manager Lion Air bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Muhammad Reza Alfandy, mengatakan pada Selasa (22/1), pihaknya sudah memikirkan hal tersebut.

"Kemarin sudah kita bicarakan hal tersebut, untuk penumpang yang tidak bisa membayar bagasi, kita akan memberikan dua pilihan. Apakah nanti barangnya mau diambil oleh keluarganya atau mau dititipkan dulu," jelasnya.

Perwali Larangan Parkir Diterapkan, Pedagang di Klandasan Keluhkan Sepi Pembeli

Poli Mata di RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU Belum Bisa Beroperasi, Ini Kendalanya

Balikpapan Terindikasi Rawan Penyalahgunaan Kekuasaan di Pemilu, Begini Sikap Bawaslu Kota

Lion Air juga telah berkoordinasi dengan tim Angkasa Pura terkait penyediaan tempat penitipan barang sementara.

"Kalau dari Lion Air sudah miliki tempat penitipan, tetapi kami beri batas waktu bagi penumpang. Kami juga beri pengertian agar penumpang tidak berlama-lama menitipkan barangnya," lanjutnya.

General Manager Angkasa Pura, Farid Indra Nugraha, membenarkan kemungkinan penyediaan tempat penitipan barang di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

"Memang yang harus dipersiapkan di bandara ke depannya adalah loker, untuk barang-barang yang tidak terangkut dan tidak diharapkan untuk diangkut pada hari itu mungkin pada lain waktu. Nah, ini perlu ada tempat penyimpanan, atau tempat penitipan barang," tegasnya.

Farid Indra Nugraha selaku General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan (kiri) dan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Alexander Rita (kanan) saat memantau monitor yang berada di Posko Monitoring Angkutan Terpadu Nataru (Posko Nataru) yang diresmikan pada hari ini, Rabu (19/12/2018) sore.
Farid Indra Nugraha selaku General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan (kiri) dan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Alexander Rita (kanan) saat memantau monitor yang berada di Posko Monitoring Angkutan Terpadu Nataru (Posko Nataru) yang diresmikan pada hari ini, Rabu (19/12/2018) sore. (TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN)

Menurutnya, peluang ini akan serahkan kepada pihak AP Logistik atau Ground Handling Bandara untuk menangani barang-barang tersebut.

"Tapi tentu saja yang dititip adalah barang-barang yang penting," tukasnya lagi.

Abah Kumis Tersangka Kasus Gay di Balikpapan Bakal Segera Disidang di Pengadilan

Bagasi Berbayar Lion Air Group Sudah Berlaku, Cek Tarif Lengkapnya di SAMS Sepinggan Balikpapan

Dirinya menyatakan harapan agar pelayanan dari Lion Air juga ditambah. Karena, yang harus menjelaskan terkait tarif bagasi adalah dari pihak Lion Iar, bukan Angkasa Pura.

"Tapi kami lihat dulu seminggu ke depan seperti apa, analisis dulu. Saya berharap seminggu, lancar, normal tidak ada masalah,". ucapnya. (*) 

Penulis: Christine
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved