100 Kasus DBD terjadi di Kukar selama Januari 2019, Dinkes Imbau Waspada Fogging Liar

Terkait adanya fogging ilegal, Dinkes tak punya kewenangan melakukan penindakan, namun warga bisa melaporkannya ke kantor polisi.

100 Kasus DBD terjadi di Kukar selama Januari 2019, Dinkes Imbau Waspada Fogging Liar
TRIBUNKALTIM/RAHMAT TAUFIQ
Plt Kepala Dinkes Kukar, Arfan Boma 

100 Kasus DBD terjadi di Kukar selama Januari 2019, Dinkes Imbau Waspada Fogging Liar

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Rahmat Taufik

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebanyak 100 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama bulan Januari 2019 ini.

"Data dari sejumlah puskesmas di Kukar, penderita DBD mencapai 100 kasus mulai 1 sampai 17 Januari 2019," kata Arpan Boma, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Rabu (23/1/2019).

Angka kasus DBD tertinggi ditemukan di Puskesmas Rapak Mahang, Tenggarong sebanyak 20 kasus, diikuti Puskesmas Loa Kulu 18 kasus dan Puskesmas Sebulu I sebanyak 17 kasus.

Cat Show dan Talk Show tentang Kucing Segera Digelar di Balikpapan, Berikut Jadwalnya

BREAKING NEWS - Kawasan Padat Penduduk di Kota Bontang Terbakar

Boma mengatakan, fogging atau pengasapan menjadi langkah terakhir.

"Fogging tidak dilakukan di semua lokasi, tapi di lokasi yang diduga ada peningkatan kasus. Kami lebih menganjurkan pada PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)," ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai adanya fogging liar yang mengatasnamakan Dinkes lalu memungut biaya tertentu.

Konser Stray Kids Akhir Pekan Ini di Indonesia, Berikut Ketentuan dan Barang yang Wajib Dibawa

Sudah Pindah Partai, DPD Golkar Kaltim Ingatkan Alphad Syarif dkk Untuk Tinggalkan DPRD Samarinda

"Kami nggak ada itu (fogging liar), kalau dari Dinkes pasti bersurat ke kades atau lurah lebih dulu, fogging itu langkah terakhir kalau dari Dinkes atau Puskesmas," tutur Boma.

Terkait adanya fogging ilegal, Dinkes tak punya kewenangan melakukan penindakan, namun warga bisa melaporkannya ke kantor polisi.

"Dinkes tak pernah merekomendasikan fogging liar, penggunaan obat untuk fogging tak boleh sembarang, harus sesuai SOP, salah-salah nyamuknya malah resisten, makanan bisa terpapar, mengganggu kesehatan," kata Boma.

Sempat Terkendala Masalah Lahan, KEK Maloy di Kutai Timur Dipastikan Akan Segera Diresmikan

Bawa Dodol Dikenai Tarif Rp 2,5 Juta, Penumpang Ini terpaksa Tinggalkan Oleh-olehnya

Menurutnya, fogging tidak efektif kalau tidak dimulai dari pemberantasan sarang nyamuk, salah satunya menguras bak di kamar mandi.

Selain itu, Dinkes juga menyebar bubuk abate yang didistribusikan ke puskesmas untuk diteruskan ke masyarakat secara gratis. Ia mengajak warga untuk menerapkan pola hidup bersih.

"Bak air yang menjadi tampungan air hujan disukai nyamuk DBD. Ini kadang-kadang lepas dari perhatian," ucapnya.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Doan Pardede
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved