Caleg PKS Diduga Kampanye di Tempat Ibadah, KPU Sebut Pencalonan dan Nama Tetap Ada di Surat Suara

"Pencalonan yang bersangkutan masih jalan dan di surat suara, namanya juga tetap ada," terangnya.

Caleg PKS Diduga Kampanye di Tempat Ibadah, KPU Sebut Pencalonan dan Nama Tetap Ada di Surat Suara
Tribunkaltim.co/ Aris Joni
Komisioner KPU Kota Balikpapan, Endang Susilowati 

Caleg PKS Diduga Kampanye di Tempat Ibadah, KPU Sebut Pencalonan dan Nama Tetap Ada di Surat Suara

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan masih menunggu hasil putusan persidangan terkait kasus dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Ali Mansur, caleg DPRD Kota Balikpapan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Komisioner KPU Kota Balikpapan, Endang Susilowati menyebut masih menunggu hasil putusan terkait kasus dugaan tindak pidana pemilu dengan jenis pelanggaran melakukan kampanye ditempat ibadah.

Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian.

"Kita posisinya masih menunggu hasil putusan," ujarnya, Rabu (23/1/2019).

MenkumHAM Ikut Bocorkan Jam Bebas Ahok Esok Hari, Cek Link Live Streamingnya

Lirik lagu Lee So Ra feat Suga BTS Song Request, Versi Terjemahan Inggris dan Indonesia

Kementerian PUPR Siapkan Rp 3,5 Miliar untuk 10 Desa di PPU, Segini Besaran Per Wilayah

Diakuinya, saat ini proses pencalegan Ali Mansur di KPU masih tetap berjalan dan proses pencetakan suara juga tengah dilakukan.

Sehingga ia menegaskan tidak ada perubahan dalam surat suara nantinya.

"Pencalonan yang bersangkutan masih jalan dan di surat suara, namanya juga tetap ada," terangnya.

Saat ditanya apakah caleg tersebut akan di diskualifikasi jika terbukti bersalah di persidangan, ia mengungkapkan diskualifikasi tersebut bisa dilakukan ke personnya, bukan ke partainya.

Namun menurutnya, untuk menetapkan sanksi kepada caleg tersebut harus melakukan koordinasi ke tingkat atas dalam hal ini KPU Kaltim dan KPU RI terlebih dahulu.

"Bisa saja di diskualifikasi, tapi personnya saja, kalau partainya, tidak," jelasnya.

Driver Ojek Online Balikpapan yang Jadi Kurir Narkoba Mengaku Dapat Sabu dari BOS

Viral Sellha Purba, Petugas Kebersihan yang Disebut Miliki Paras Menawan, Cek Akun Instagramnya

Komisi I DPRD Bontang Soroti Upah Harian Buruh Kasar Lokal, Disebut tak Sesuai UMK

Ia menambahkan, sanksi berat berupa diskualifikasi akan diberikan sesuai jenis putusannya. Lanjutnya, jika dilakukan pencoretan terhadap caleg tersebut, maka akan disosialisasikan kepada pemilih untuk tidak mencoblos caleg yang bersangkutan.

"Jika sanksinya pencoretan nama caleg, maka namanya tetap ada di surat suara, tapi akan kita sosialisasikan ke masyarakat untuk tidak dicoblos dan caleg itu juga suaranya tidak akan dihitung," pungkasnya. (*) 

Penulis: Aris Joni
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved