Driver Ojek Online Balikpapan yang Jadi Kurir Narkoba Mengaku Dapat Sabu dari BOS

Kepada petugas AT mengaku mendapat sabu dan ganja tersebut dari seorang yang biasa di panggil BOS melalui telepon.

sbs.com.au
Ilustrasi. 

Driver Ojek Online Balikpapan yang Jadi Kurir Narkoba Mengaku Dapat Sabu dari BOS 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang driver ojek online Balikpapan, AT (34) yang diciduk polisi lantaran kasus narkoba, mengaku hanya diminta mengambil narkoba oleh salah seorang bandar.

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Resnarkoba, Bambang Hardianto mengatakan saat ini tengah mendalami keterangan tersangka.

"Kita kembangkan ke jaringan di atasnya. Sudah kita kantongi identitas, dan jadikan TO," katanya Rabu (23/1/2019).

Viral Sellha Purba, Petugas Kebersihan yang Disebut Miliki Paras Menawan, Cek Akun Instagramnya

Setengah Kilogram Ganja Dibakar Ramai-ramai di Depan Gedung Reserse Polda Kaltim

Komisi I DPRD Bontang Soroti Upah Harian Buruh Kasar Lokal, Disebut tak Sesuai UMK

Kepada petugas AT mengaku mendapat sabu dan ganja tersebut dari seorang yang biasa di panggil BOS melalui telepon.

"Jadi tersangka komunikasi gunakan HP. Ambil barang dan diarahkan seseorang di pinggir jalan," bebernya.

Untuk diketahui, warga Manggar Balikpapan Timur ini diamankan polisi di Jalan Blora I, Klandasan Ilir Balikpapan Selatan. Tepatnya di pinggir jalan.

Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan 12 paket sabu siap edar. Paket narkoba tersebut disimpan di dalam kemasan plastik bening.

3 paket sabu dalam kantong kecil warna hitam di tas selempang. Sementara 9 paket lainnya dan 1 paket ganja disimpan di dompet dalam kantong jaket sebelah kiri berwarna hijau.

Cerita Ahok ke Djarot : Tak Pernah Injak Aspal dan Ingin Liburan Lihat Bunga Sakura di Jepang

Amunisi Baru AC Milan, Krzysztof Piatek Dikabarkan Bakal Kenakan Nomor Kutukan

Jadi Vokalis & Miliki Kelompok Musik di Penjara, Ahok Namakan Grup Bandnya BTP Band Teman Penjara

Berat total 12 paket paket sabu dalam kemasan plastik bening yakni 62,4 gram. Selain narkoba, polisi juga menyita timbangan digital, sendok narkotik terbuat dari sedotan dan smart phone yang diduga jadi alat komunikasi.

AT diduga berperan sebagai kurir atau pengedar di Balikpapan. Atas perbuatannya, AT dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ancaman hukuman pidana penjara di atas 5 tahun. (*) 

Like dan Subscribe channel You Tube kami :

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved