Sejak Perwali Larangan Parkir di KTL Berlaku, Omzet Pedagang di Balikpapan Ini Turun 70 Persen

Para pemilik toko menyebut, Perwali larangan parkir tersebut mengakibatkan omzet pedagang menurun secara drastis.

Sejak Perwali Larangan Parkir di KTL Berlaku, Omzet Pedagang di Balikpapan Ini Turun 70 Persen
TRIBUNKALTIM/ARIS JONI
Pertemuan pedagang komplek pertokoan cemara rindang Klandasan membahas soal permohonan evaluasi Perwali larangan parkir di sepanjang jalur KTL, Rabu (23/1/2019) 

Sejak Perwali Larangan Parkir di KTL Berlaku, Omzet Pedagang di Balikpapan Ini Turun 70 Persen

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Untuk memperjuangkan agar Perwali tentang larangan parkir di kawasan yang masuk dalam Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) dievaluasi, sejumlah pemilik toko di komplek pertokoan Cempaka Rindang Klandasan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, berkumpul, Selasa (23/1/2019). 

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan masing-masing pedagang di komplek pertokoan Cemara Rindang Klandasan di antaranya, Lisa handayani pemilik toko kosmetik, Rayan pemilik toko parfum, Rosa pemilik toko jam, Budianto pemilik toko sembako, serta Rustam pemilik toko handphone seluler yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan.

Para pemilik toko menyebut, Perwali tersebut mengakibatkan omzet pedagang menurun secara drastis.

Pemilik toko kosmetik, Lisa Handayani mengungkapkan, selama perwali larangan parkir tersebut diterapkan sekitar delapan tahun yang lalu, ia sangat merasakan dampaknya.

Omzetnya menurun drastis hingga 70 persen.

"Dulu ramai sekali, selama ada aturan itu jadi sepi. Pembeli malas singgah ke toko kita karena bingung gak ada parkirannya. Ada tempat parkir tapi jauh, gak mungkinlah mereka cuma mau beli pensil alis tapi parkir jauh terus jalan kesini," ujarnya, Rabu (23/1/2019).

Perkenalkan Diri dan Jalin Silaturahmi, Danlanud Dhomber Kolonel Irwan Sambangi Tribun Kaltim

100 Kasus DBD terjadi di Kukar selama Januari 2019, Dinkes Imbau Waspada Fogging Liar

Dirinya berharap, ada evaluasi dari pemerintah kota Balikpapan untuk mengkaji lagi peraturan tersebut dengan pertimbangan kesejahteraan para pedagang.

"Kita gak minta dicabut aturannya, kita hanya minta di evaluasi saja agar ada kelonggaran pembeli bisa berkunjung kesini," harapnya.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Doan Pardede
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved