Polda Metro Jaya Tangkap Jaringan Pengoplos, Tabung Gas 12 Kg Dioplos Elpiji 3 Kg!

Argo mengatakan, kasus itu terungkap dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadan beberapa agen gas elpiji yang disinyalir berbuat curang.

Polda Metro Jaya Tangkap Jaringan Pengoplos, Tabung Gas 12 Kg Dioplos Elpiji 3 Kg!
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Ilustrasi - Polda Metro Jaya Tangkap Jaringan Pengoplos, Tabung Gas 12 Kg Dioplos Elpiji 3 Kg! 

Polda Metro Jaya Tangkap Jaringan Pengoplos, Tabung Gas 12 Kg Dioplos Elpiji 3 Kg!

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Aparat polisi Polda Metro Jaya menangkap enam anggota jaringan pengoplos tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) ke tabung gas 12 kilogram di kawasan Jakarta Timur dan Tangerang. Mereka adalah ADN, LA, RSM, KND, KSN, dan YEP.

"Gas elpiji kebutuhan pokok tentunya masyarakat langsung membeli saja dan kita enggak tahu di situ ada pelanggaran pidana baik untuk tabung gas 3 kg dimasukkan ke 12 kg," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jalan Mabes TNI Delta 5, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019).

Argo mengatakan, kasus itu terungkap dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadan beberapa agen gas elpiji yang disinyalir berbuat curang.

"Ada empat laporan polisi yang berkaitan dengan kegiatan oplosan gas. Jadi ini dinamakan oplosan dokter, di mana dilakukan dengan cara menyuntik seperti dokter," kata dia.

Harga gas elpiji 3 kg disubsidi pemerintah. Karena itu harganya murah.

Sementara gas 12 kg dijual dengan harga normal, atau tanpa subsidi.

Komplotan itu menjual gas subsidi dengan harga non-subsidi sehingga meraup untung besar.

Kasubdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, komplotan itu mengisi sebuah tabung gas elpiji 12 kg dengan gas dari 4 tabung gas berukuran 3 kg.

Elpiji oplosan yang diamankan polisi dari tangan para pengoplos di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019)
Elpiji oplosan yang diamankan polisi dari tangan para pengoplos di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019) (KOMPAS.com/Ryana Aryadita)

Para pelaku lalu menjual gas elpiji 12 kg seharga Rp 135 ribu, jauh di bawah harga pasaran yang mencapai Rp 165.000.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved