Sejumlah Cerita saat Bagasi Berbayar Berlaku, Oleh-oleh Terpaksa Ditinggal hingga Ngamuk Bawa Parang

Ternyata, calon penumpang Lion Air dan Wings Air masih banyak yang terkejut dengan kebijakan pihak maskapai yang memberlakukan tarif berbayar.

Sejumlah Cerita saat Bagasi Berbayar Berlaku, Oleh-oleh Terpaksa Ditinggal hingga Ngamuk Bawa Parang
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Sejumlah penumpang antri saat melakukan check- in maskapai Lion Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (8/1). Lion Air menunda pemberlakuan tarif bagasi bagi setiap penumpang yang menggunakan jasa transportasi udara maskapai ini. 

Sejumlah Cerita saat Bagasi Berbayar Berlaku, Oleh-oleh Terpaksa Ditinggal hingga Ngamuk Bawa Parang

TRIBUNKALTIM.CO - Calon penumpang pesawat Lion Air dan Wings Air masih banyak yang terkejut dengan kebijakan pihak maskapai yang memberlakukan tarif berbayar untuk barang bawaan yang melebihi 7 kilogram Rabu, (23/1/2019).

Satu diantaranya adalah Taufik, warga Kabupaten Serdang Bedagai yang saat itu bersama dua orang temannya, dikenakan tarif tambahan hampir Rp 2,5 juta.

Mereka bertiga membawa barang bawaan seberat 50 kilogram.

"Gila kalau seperti ini namanya, bagus ditinggalkan sajalah oleh-oleh ini. Ngapain kami bawa hampir Rp 2,5 juta kami kena. Kami mau ke Kalimantan," ujar Taufik, ditemui di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

 

Kolase penumpang di Bandara Kualanamu, Sumut, Rabu (23/1/2019)
Kolase penumpang di Bandara Kualanamu, Sumut, Rabu (23/1/2019) (TRIBUN MEDAN)

 

Bontang Ujicoba Penerapan Sistem Ajar Berbasis Aplikasi, Guru Tak Lagi Menulis di Papan

Tas Tertinggal di Motor, Mahasiswi Samarinda Kehilangan Barang Senilai Rp 20 Juta

Saat itu, selain pakaian, mereka juga membawa oleh-oleh berupa dodol dari Pasar Bengkel, dan kopi dari Sidikalang.

Dodol dan kopi yang mereka bawa, masing-masing sudah seberat 10 kilogram.

"Dodol saja kami beli cuma Rp 35 ribu per kilogram. Tapi di sini (setelah ditambah tarif bagasi) per kilo kenanya Rp 80 ribu. Ya untuk apa dibawa kalau seperti ini," kata Taufik.

Rekrutmen CPNS pada Maret 2019 ternyata Hanya untuk 3 Daerah Saja, Salah Satunya Papua Barat

Dugaan Aliran Dana Korupsi RPU Balikpapan, Castro: Mereka yang Namanya Disebut Harus Diperiksa

Karena tidak mau mengeluarkan uang lebih, Taufik pun kemudian menghubungi kerabatnya untuk datang ke bandara menjemput dodol dan kopi yang tidak jadi dibawa.

Saat itu karena jadwal keberangkatan sudah mepet, Taufik dan rekannya pun sempat kebingungan antara menunggu kerabatnya, atau langsung masuk ke ruang tunggu dan melakukan boarding.

Rumah Anggota DPRD Dua Periode Ludes Terbakar, Tempat Tinggal 6 KK Rusak Ringan

Tak Mundur dari Hanura, KPU Pastikan Nama OSO Tak Masuk DCT DPD

Penumpang Ngamuk hingga Bawa Parang 

Halaman
123
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved