Kantongi Restu Kemendag, Buwas Masih Lihat Perkembangan Produksi Jagung Sebelum Lakukan Impor

"Saya selalu koordinasi dengan Mentan dan Dinas Pertanian dan Peternakan di daerah," sambung Buwas.

Youtube KompasTV
Dirut Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas 

TRIBUNKALTIM.CO - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menyatakan hingga saat ini belum memutuskan untuk impor jagung, meski surat persetujuan impor komoditas tersebut sudah diberikan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Buwas mengaku, saat ini Bulog masih melakukan pemetaan terhadap produksi jagung di seluruh Tanah Air dan total kebutuhannya.

"Surat sudah ada di tangan kita, namun kita lihat dulu perkembangannya," ujar Buwas di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Menurut Buwas, pemetaan kebutuhan dan produksi sangat diperlukan untuk menghindari kegiatan impor jagung di waktu masa panen di berbagai daerah, dimana pada Februari 2019 dk Garut akan panen.

Baca juga:

Tanam Ganja di Rumah, Warga Balikpapan Diciduk Polisi 

Piala AFF U-22 2019 - Singapura Mundur, Timnas U-22 Indonesia Kecewa

Pemprov Siapkan Perjanjian Kerja Sama untuk Lahan RSI

Bakal Kedatangan 2 Pemain Asing, Ini Bocoran dari Manajemen Persebaya Surabaya

Bontang Ujicoba Penerapan Sistem Ajar Berbasis Aplikasi, Guru Tak Lagi Menulis di Papan

"Waktu kami impor jangan sampai kita bertepatan dengan panen. Saya berpedoman pada masa panen, sudah kita cek dan salah satunya di Garut," ujarnya.

"Saya selalu koordinasi dengan Mentan dan Dinas Pertanian dan Peternakan di daerah," sambung Buwas.

Diketahui, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan surat persetujuan penambahan impor jagung pada tahun ini sebanyak 30 ribu ton.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Buwas Masih Lihat Perkembangan Produksi Jagung Sebelum Lakukan Impor

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved