Penyidik Tunggu Perhitungan Kerugian Negara Dana Hibah Pilkada Mahulu

Ditanya calon tersangka, Syarif enggan memyebutkan nama-nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik Tunggu Perhitungan Kerugian Negara Dana Hibah Pilkada Mahulu
HO/Kejari Kubar
Tim penyidik Kejari Kubar menyita sejumlah dokumen seusai menggeledah kantor KPU Mahulu, Kamis (13/9/2018). 

Penyidik Tunggu Perhitungan Kerugian Negara Dana Hibah Pilkada Mahulu

TRIBUNKALTIM.CO- Kejaksaan Negeri (Kejari)  Kutai Barat tidak menunda proses penyidikan dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Mahakam Ulu senilai Rp 30 miliar. Perkara tersebut melibatkan sekretariat dan anggota komisioner KPU Mahulu dan KPU Provinsi Kaltim.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kutai Barat, Syarif Sulaiman Nahdi mengatakan, bahwa penanganan perkara dana hibah Pilkada di Kabupaten Mahulu masih berproses. 

Bahkan ia menegaskan, tidak ditunda proses penyidikan melainkan sedang melakukan verifikasi barang bukti dan perhitungan kerugian negara. 

"Masih proses perhitungan kerugian negara mas. (Perhitungan kerugian negara) di KPU Pusat sebagai ahli," ungkap Syarif, kepada Tribun, Jumat (25/1/2019) malam. 

Bahwa proses yang memakan waktu panjang ini, kata dia, antara lain melakukan verifikasi barang bukti yang telah disita tahun lalu. "Banyak banget barang bukti yang harus diverifikasi," ucapnya. 

Namun bukan berarti, tahap penyidikan perkara ini ditunda. Tahap selanjutnya, penyidik Kejari Kubar masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara. Setelah hasil perhitungan kerugian negara, maka penyidik menetapkan tersangkanya.

Sementara Tim Pidana Khusus Kejari Kutai Barat, menaksir kerugian negara pengelola dana hibah sekitar Rp 13 miliaran. Namun memastikan, menunggu perhitungan dari tim ahli yakni KPU RI.

Meskipun sudah dipastikan adanya kerugian negara, penyidik belum bersedia membocorkan calon tersangkanya. Tidak menutup kemungkinan, calon tersangka dari KPU Mahulu dan KPU Kaltim. 

Ditanya calon tersangka, Syarif enggan menyebutkan nama-nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved