Dalam Situasi Ini, Negara Tetangga Kerap Selundupkan Bahan Pangan Ilegal ke Indonesia

Sebab itu pihaknya menggandeng 3 matra, dari TNI AD, TNI AL dan Polri bekerja sama menekan praktek penyelundupan pangan di laut maupun di darat.

Dalam Situasi Ini, Negara Tetangga Kerap Selundupkan Bahan Pangan Ilegal ke Indonesia
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penyelundupan bahan pangan ilegal di perairan Indonesia jadi atensi negara.

Kapus Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Dr Arifin Tasrif M.Sc mengatakan Indonesia merupakan negara kaya akan SDA hayati kedua setelah Brazil.

Sebab itu pihaknya menggandeng 3 matra, dari TNI AD, TNI AL dan Polri bekerja sama menekan praktek penyelundupan pangan di laut maupun di darat.

"Masing-masing punya spesifikasi. Dengan Matra Laut paling kontribusi besar khusus di Pantai Timur Sumatera. Di darat perbatasan Kalbar, Papua, Timor Leste, Serawak Malaysia," ujarnya melalui Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I A Balikpapan, Syamsu Alam.

Tak bisa ditampik, bahwa peran negara tetangga cukup besar soal penyelundupan bahan pangan strategis.

Misalnya beras, bawang putih, bawang merah, cabai, daging.

"Malaysia dan Thailand Selatan. Mudah masuk lewat sana," tuturnya.

Bagaimana cara mendeteksi pergerakan komoditas sembako ilegal yang masuk ke Indonesia? Alat ukur sederhananya tak lain membaca situasi pangan di Indonesia.

"Apabila harga melonjak naik di sini (Indonesia), misal bawang merah. Kami tingkatkan itu (operasi patroli). Soalnya perjalanan Malaysia masuk ke sini cepat sekali," bebernya.

Selain 3 Matra yang digandeng, pihaknya juga jalin kerja sama dengan custom Bea Cukai.

"Kalau kami tak lakukan (penindakan), bea cukai lakukan. Sudah banyak, kita berhasil mempidana melalui p21, ada sekitar 17 (kasus)," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved