Sabtu, 11 April 2026

Pendapatan BUMDes Muara Enggelam Kukar Capai Rp 810 Juta

BUMDes Bersinar Desaku, Muara Enggelam berhasil dalam mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
PLTS komunal di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar, dikelola BUMDes Bersinar Desaku sejak 2015 silam. Pendapatan BUMDes hingga 2018 lalu mencapai Rp 810 juta sehingga BUMDes terus berkembang dengan 6 unit usaha lainnya. 

Pendapatan BUMDes Muara Enggelam Kukar Capai Rp 810 Juta

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – BUMDes Bersinar Desaku, Muara Enggelam berhasil dalam mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal. Sejak didirikan 2015 silam, pendapatan BUMDes sudah mencapai Rp 810 juta hingga akhir Desember 2018.

Sehingga BUMDes Muara Enggelam terus berkembang dengan unit usaha lainnya. Adanya unit usaha ini ikut meningkatkan perekonomian warga yang mayoritas sebagai nelayan. BUMDes Muara Enggelam saat ini memiliki 6 unit usaha, meliputi PLTS komunal, TV kabel, sarang burung walet, pasar desa, air minum dan molding.

Untuk unit usaha pasar desa, BUMDes menyiapkan lapak buat disewakan kepada para pedagang yang berjualan 3 kali dalam seminggu. Ketua BUMDes Muara Enggelam, Ramsyah mengatakan, penghasilan dari PLTS ini sekitar Rp 16 juta-20 juta/bulan atau setahun Rp 200 juta.

Keberhasilan BUMDes dalam mengelola PLTS di Muara Enggelam menjadi role model untuk seluruh desa se-Indonesia. Ia kerap diundang Pemerintah Pusat untuk memaparkan keberhasilannya dalam mengelola PLTS komunal hingga menghasilkan keuntungan hingga ratusan juta per tahun. Sekadar diketahui, perangkat PLTS yang mengalirkan listrik ke rumah warga diletakkan di belakang kantor desa. Perangkatnya sendiri langsung didatangkan dari Jerman dengan berat 50 ton.

Desa Muara Enggelam dihuni 169 KK atau 690 jiwa. Mereka tinggal di rumah-rumah rakit. Proyek pengadan PLTS di Muara Enggelam ini menelan anggaran Rp 3,25 miliar dari APBN. PLTS ini didukung 150 lembar panel surya dan 114 unit baterai dengan berat satu baterai 85 kg.

Sementara itu, kapasitas listrik dari PLTS komunal sudah ditingkatkan dari 30 kWp menjadi 42,1 kWp sesuai permintaan warga Muara Enggelam. Terkait peningkatan kapasitas listrik, teknisi dari Jakarta sudah mengoneksikannya dengan sistem di PLTS.

“Cuma kami belum membagikannya kepada masyarakat menyusul ada rencana penggantian meteran listrik prabayar bantuan dari perusahaan Jerman,” kata Ramsyah pada Tribun Kaltim. Dengan kenaikan beban listrik ini, ia mengatakan, iuran listrik juga bakal ikut naik. Jika sebelumnya menggunakan meteran listrik lama warga dikenakan iuran Rp 3.000/hari untuk 350 watt, maka kenaikan beban jadi 500 watt dikenakan Rp 4.500/hari, 600 watt dikenakan Rp 5.000/hari dan 700 watt dikenakan Rp 6.000/hari.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved