Dukung Program Kota Tanpa Kumuh, BPBD Balikpapan Usul Tambah Hydran Kering di Permukiman Padat

Kepala BPBD Balikpapan Suseno menjelaskan, tahun 2019 ini dirinya mengusulkan pengadaan hydran kering pada gang-gang permukiman padat penduduk.

Dukung Program Kota Tanpa Kumuh, BPBD Balikpapan Usul Tambah Hydran Kering di Permukiman Padat
TRIBUN KALTIM/ARIS JONI
Kepala BPBD Balikpapan Suseno 

Dukung Program Kota Tanpa Kumuh, BPBD Balikpapan Usul Tambah Hydran Kering di Permukiman Padat

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digagas oleh Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat didukung penuh Pemkot Balikpapan, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai instansi yang terkait.

Kepala BPBD Balikpapan Suseno menjelaskan, tahun 2019 ini dirinya mengusulkan pengadaan hydran kering pada gang-gang permukiman padat penduduk yang merupakan salah satu bagian dari program yang mengarah pada Program Kotaku.

Ia menjelaskan, hydrant kering tersebut digunakan untuk memasok air untuk keperluan pemadaman.

"Sistem kerja hydrant itu untuk menyalurkan air bertekanan dari mobil unit pemadam kebakaran di tepi jalan, menuju hydran di tengah permukiman," terangnya, minggu (27/1/2019).

Lanjutnya, hydrant tersebut akan berfungsi bila ada bencana.

Sehingga, jika lokasi yang dituju sulit terjangkau, maka pemadam tidak perlu masuk ke dalam gang. Hanya cukup memasukan selang ke ujung pangkal hydrant.

"Jadi pemadam tidak hilir mudik lagi. Tahun 2018 kan sudah ada di Manggar dan Damai," ujarnya.

Tak Hanya Manusia, Petugas BPBD Balikpapan pun Sigap Menolong Kucing yang Terjebak di Atap

Maksimalkan Penanganan Kebakaran, BPBD Balikpapan Bebernaca Akan Tambah Mobil Pemadam

Kepala BPBD Balikpapan Curhat, Bukannya Membantu, Saat Kebakaran Masih Banyak Warga Selfie Sendiri

Ulang Tahun, Ini Hal-hal Sederhana tapi Bermakna yang Dilakukan Damkar BPBD Balikpapan

Ia menambahkan, dalam menjalankan program tersebut, dirinya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) kota Balikpapan dan tahun 2019 ini, BPBD Kota Balikpapan mendapat alokasi dana Rp 20 miliar.

"Dana itu digunakan untuk kegiatan rutin seperti perawatan peralatan, untuk personel dan pelanggulangan bencana. Selain itu akan ada tambahan peralatan baru diantaranya power supply dan armada," jelasnya.

Diketahui, program Kotaku tersebut dirancang guna mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved