Semburan Gas yang Hanguskan 6 Rumah di Balikpapan Harus jadi Pelajaran, Ini Saran Untuk Warga

Kejadian semburan gas disusul api yang menghanguskan 6 rumah warga, diharapkan jadi catatan penting masyarakat di lokasi kejadian.

Semburan Gas yang Hanguskan 6 Rumah di Balikpapan Harus jadi Pelajaran, Ini Saran Untuk Warga
TRIBUN KALTIM / RACHMAD SUJONO
Rumah No179 RT 31 Manggar Sari milik Golan terbakar menyusul 3 rumah disampingnya, Senin (28/1/2019). Penyebab kebakaran kuat diduga dipicu dari galian sumur yang bercampur gas disamping rumahnya sedalam 20 meter. 

Semburan Gas yang Hanguskan 6 Rumah di Balikpapan Harus jadi Pelajaran, Ini Saran Untuk Warga

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setiap pengeboran tentu memiliki risiko.

Pengeboran besar perusahaan migas yang didukung peralatan keamanan canggih dan lengkap saja masih dimungkinkan terjadi keadaan yang tak diduga.

Apalagi pengeboran rumahan yang dilakukan oleh warga, tanpa diawasi oleh ahli dan peralatan standar yang memadai.

"Kalau rumahan biaya kan terbatas," kata Operation Senior Manager Kalimantan and Sulawesi Representative SKK Migas, Roy Widiartha, Selasa (29/1/2019) di Mapolres Balikpapan.

Sebanyak enam rumah terbakar yang kuat diduga akibat semburan gas yang keluar dari proyek penggalian sumur di wilayah Manggar Sari Balikpapan timur, Senin (28/1/2019). Sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api serta tiga mobil ambulance bersiap siaga jika ada korban yang terkena luka bakar.
Sebanyak enam rumah terbakar yang kuat diduga akibat semburan gas yang keluar dari proyek penggalian sumur di wilayah Manggar Sari Balikpapan timur, Senin (28/1/2019). Sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api serta tiga mobil ambulance bersiap siaga jika ada korban yang terkena luka bakar. (TRIBUN KALTIM / RACHMAD SUJONO)

 

Dikembalikan ke Kantor Pos Balikpapan, Belum Diketahui Siapa Pengirim Tabloid Indonesia Barokah

Rekrutmen P3K atau PPPK Tahap I hanya untuk Honorer K2, Formasi Umum Menyusul

Kejadian semburan gas disusul api yang menghanguskan 6 rumah warga, diharapkan jadi catatan penting masyarakat di lokasi kejadian.

Apabila di kemudian hari terjadi lagi, maka hal pertama yang dilakukan warga adalah memastikan bahwa tak ada sumber api di sekitar lokasi.

 

Usia Pensiun Bintara dan Tamtama TNI Diperpanjang, Bisa Untuk Mengisi Sejumlah Posisi Ini

Setelah Pemain Bintangnya Geser ke Persib Bandung, PSMS Kini Kedatangan 2 Pemain Old Crack

Petugas pemadam dibantu warga menimpa sumber api menggunakan pasir. Diduga sumber api berasal dari ujung pipa yang menyambung ke dalam tanah galian sumur.
Petugas pemadam dibantu warga menimpa sumber api menggunakan pasir. Diduga sumber api berasal dari ujung pipa yang menyambung ke dalam tanah galian sumur. (TRIBUN KALTIM / RACHMAD SUJONO)

Lokalisir tempat semburan. Jauhkan aktivitas warga, lantaran berpotensi jadi sumber pemantik api.

"Penanganannya jangan sampai terjadi aktivitas memicu timbulnya api. Segitiga api yakni bahan bakar bisa gas metan atau H2S, oksigen dan sumber api. Sumber api yang harus dijaga. Kalau terjadi semburan, dilokalisir segera," serunya.

Lebih lanjut, semburan air pun jangan langsung ditutup.

Usahakan arahkan semburan ke tempat aman yang jauh dari aktivitas manusia.

Lapor kepada aparat setempat, agar bisa dikoordinasikan kepada BPBD atau Perusahaan Migas yang mempunyai alat pedeteksi gas.

"Sebaiknya dibiarkan dulu, jangan tutup pasir. Melokalisir, kemudian mengarahkan semburannya ke tempat aman," tuturnya. 

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved