Pemkab Berau Tambah Penyertaan Modal PDAM Tirta Segah sebesar Rp 6,5 Miliar

Pemkab Berau Tambah Penyertaan Modal PDAM Tirta Segah sebesar Rp 6,5 Miliar

Pemkab Berau Tambah Penyertaan Modal PDAM Tirta Segah sebesar Rp 6,5 Miliar
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Bupati Berau, Muharram saat meninjau IPA Singkuang yang dioperasikan mulai tahun 2019 ini. 

Pemkab Berau Tambah Penyertaan Modal PDAM Tirta Segah sebesar Rp 6,5 Miliar

TANJUNG REDEB, TRIBUNKALTIM.CO – Pemkab dan DPRD Berau akhirnya mengesahkan Peraturan Daerah penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Selasa (29/1/2019). Melalui perda ini pemerintah menganggarkan Rp 6,5 miliar untuk pemasangan Sambungan Rumah (SR) sebanyak 2.500 sambungan. Namun tidak semua warga akan mendapat layanan ini.

Pasalnya, program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini, memang dikhususkan bagi warga kurang mampu, atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Syarat penyertaan modal ini mutlak dilakukan, jika Pemkab Berau ingin mendapat hibah dari PUPR sebesar Rp 6,5 miliar. "Dengan penyambungan baru ini akan memperluas cakupan layanan PDAM kepada masyarakat," kata Wakil Bupati, Agus Tantomo.

Selain perda penyertaan modal, PDAM juga diwajibkan membuat surat pernyataan, bahwa Tirta Segah memiliki kelebihan produksi. Sehingga PDAM tidak hanya mengejar penyertaan modal, tetapi juga mampu menjaga kuantitas atau debit air dan kualitasnya. PDAM juga harus memiliki peta distribusi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang akan menerima manfaat dari program ini.

PDAM telah melakukan penambahan kapasitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Singkuang. “Kita sedang membangun (IPA) di Singkuang, sehingga bisa membantu kebutuhan air bersih masyarakat. Saat ini di Singkuan eksistingnya 30 liter per detik, kami tingkatkan 50 liter per detik, totalnya menjadi 80 liter per detik,” jelas Syahril dari PDAM Tirta Segah.

Meski begitu, ada beberapa catatan yang menjadi perhatian manajemen PDAM Tirta Segah untuk melayani SR baru. Pertama, SR baru difokuskan pada kawasan-kawasan yang sudah terdapat jaringan pipa distribusi. Kedua memperhatikan kapasitas produksi guna menjaga kualitas air bersih yang di distribusikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian PUPR memasukan Pemkab Berau sebagai salah satu calon penerima hibah SR baru bagi 2.500 MBR. Untuk mendapatkan hibah ini, Pemkab Berau diwajibkan melakukan pelayanan kepada warga perkotaan yang berpendapatan rendah.

Program Hibah Air Minum juga diharapkan bisa meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat serta mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan kebutuhan dasar terutama dalam penyediaan air minum.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved