Sidang Dugaan Pembunuhan Caleg Balikpapan Empat Kali Ditunda, Istri Korban Kecewa

Seyogianya, persidangan yang dilakoni Jaksa Penutut Umum Rifai ini masuk dalam jadwal tuntutan, Rabu (30/1/2019) siang ini.

Sidang Dugaan Pembunuhan Caleg Balikpapan Empat Kali Ditunda, Istri Korban Kecewa
Tribunkaltim.co/ Budi Susilo
Ita Novinati, kenakan jilbab abu-abu sebagai istri korban almarhum Edy Rachman Caleg Balikpapan yang diduga dibunuh terdakwa Layappe, didampingi Deriani kakak korban, di Pengadilan Negeri Balikpapan, Jl Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Rabu (30/1/2019) siang.    

Sidang Dugaan Pembunuhan Caleg Balikpapan Empat Kali Ditunda, Istri Korban Kecewa

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Masuk minggu ke empat, persidangan dugaan pembunuhan seorang calon legislatif (caleg) Partai Berkarya wilayah Kota Balikapan, atas nama terdakwa Layappe bin Lamanisi kembali ditunda. 

Seyogianya, persidangan yang dilakoni Jaksa Penutut Umum Rifai ini masuk dalam jadwal tuntutan, Rabu (30/1/2019) siang ini.

Pengamatan Tribunkaltim.co, terdakwa pun terlihat ada di ruang tahanan Pengadilan Negeri Balikpapan, Jl Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan. 

Atasi Stunting, Dinkes Kalimantan Utara Belanjakan Rp 3,8 Miliar untuk Makanan Balita

Lowongan Kerja PT Taspen, Pendaftaran Online hingga 31 Januari 2019, Klik Disini

Orangtua Tersangka Aborsi Meninggal, Penyidik Reskrim Polres Balikpapan Ijinkan H Pulang ke Rumah

Saat dikonfirmasi ke pengacara terdakwa, Yohanis Marokko, kepada Tribunkaltim.co, ungkapkan, persidangan dengan agenda tuntutan terhadap Layappe ditunda lagi untuk ke minggu depan. 

“Dapat info, dikabarkan langsung sama jaksa persidangan kembali ditunda. Jaksanya belum siap,” ujarnya di gedung Pengadilan Negeri Balikpapan, yang mengenakan kemeja lengan panjang biru. 

Dia menjelaskan, penundaan sidang sudah empat kali, diundur lagi ke minggu depan.

“Bilangnya susunan yuridis tuntutannya masih belum rampung. Masih di Kejagung. Diundur lagi ke Rabu, di minggu depan,” ungkap Yohanis. 

Menurut dia, penundaan sidang bukan disebabkan dari terdakwa sendiri namun lebih belum siapnya dari pihak Kejaksaan Negeri Balikpapan. Selama ada jadwal sidang, terdakwa selalu hadir dalam kondisi sehat siap untuk mengikuti persidangan. 

“Jaksanya yang belum siap. Tuntutan jaksa belum turun. Terdakwa selalu kooperatif. Tiap ada jadwal, selalu hadir. Lihat saja disana, ada di ruang tahanan pengadilan,” tegasnya. 

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved