80 Persen Pekerja Sektor Perkebunan Sawit di Kaltim dari Luar, Ternyata Ini Alasannya

Hampir 80 persen pekerja sektor perkebunan sawit di Kaltim masih didatangkan dari luar daerah.

80 Persen Pekerja Sektor Perkebunan Sawit di Kaltim dari Luar, Ternyata Ini Alasannya
tribunkaltim.co/ Nevrianto
Sejumlah pekerja memindahkan kelapa sawit ke bak mobil saat panen di perkebunan kawasan Batu Batu, Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Senin(28/1/2019).Dalam sehari panen sawit mampu mencapai 3 ton. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hampir 80 persen pekerja sektor perkebunan sawit di Kaltim masih didatangkan dari luar daerah. Namun demikian, Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Azmal Ridwan menolak jika perusahaan sawit dianggap tak memprioritaskan penduduk lokal sebagai pekerja.

Sekadar informasi, berdasarkan data Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, hingga 2017 jumlah pekerja sektor perkebunan sawit mencapai 234 ribu orang. Rinciannya, 112 ribu orang bekerja sektor perkebunan sawit dengan pola perkebunan besar swasta, dan 115 ribu pekerja dengan pola perkebunan rakyat.

"Secara bisnis, kalau pekerja itu tersedia di lokal, pasti kita pakai. Sementara ini saya bisa bilang komposisi pekerja luar daerah itu 80 persen, dan lokalnya hanya 20 persen," kata Azmal, Selasa (29/1).

Baca: Wings Air Beri Jawaban Terkait Keluhan Bagasi Penumpang yang Diunggah di Media Sosial

Baca: Kabar Gembira untuk Penumpang, Citilink Tunda Penerapan Bagasi Berbayar

Di level pekerja lapangan, terutama pekerjaan berat seperti penanaman dan pemanenan, perusahaan banyak menggunakan pekerja dari luar daerah. Sedangkan pekerja lokal, lebih banyak bekerja bagian perawatan.

"Pekerja lokal ini biasanya part time, karena mereka juga punya kebun sendiri yang juga mereka urus," ungkap Azmal.

Kondisi inilah yang memaksa perusahaan mendatangkan pekerja dari luar daerah. "Kalau pekerja luar daerah inikan punya target. Dia datang ke sini, enam bulan kemudian pulang harus bawa uang banyak. Makanya kalau lembur juga dia semangat. Sementara, pekerja lokal punya usaha lain juga," katanya.

Begitu pula di level manajemen perusahaan. Menurut Azmal, tak sedikit yang diisi oleh karyawan dari luar Kaltim. Banyak lulusan perguruan tinggi di Kaltim yang menolak bekerja di perkebunan, yang letaknya di daerah terpencil. "Sementara, semua perkebunan letaknya jauh dari kota," kata Azmal.

Sejatinya, Gapki sudah menjalin kerjasama dengan lulusan pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Kaltim. Para lulusan lokal ini ditawarkan posisi sebagai asisten lapangan, asisten pabrik, hingga accounting.

Baca: Tayang Hari Ini di Bioskop Balikpapan & Samarinda - The Upside, Kisah Persahabatan Miliader Lumpuh

"Problemnya, mohon maaf, mereka lebih memilih kerja dengan upah Rp 800 ribu tapi di kota, dibanding dengan upah sesuai UMP ( Rp 2,5 juta) tapi di kebun," katanya.

Dalam kondisi seperti ini, menurut Azmal, perusahaan tak bisa dikatakan tidak mengutamakan tenaga kerja lokal. "Bohong kalau dibilang kita tak mengutamakan tenaga kerja lokal. Kita bujuk lulusan pertanian untuk mau ke kebun. Memang upah hanya sesuai UMP, tapi kita jelaskan, rumah kita tanggung, beras untuk anak istri kita tanggung. Listrik, air, gratis. Kesehatan sampai anak ketiga juga ditanggung. Tapi ya mereka lebih pilih kerja di kota," urai Azmal.

Namun, tak sedikit pula putra daerah yang akhirnya bisa menembus jajaran top manajemen di perkebunan kelapa sawit.

Baca: Rumah Pencipta Hymne Guru Dijual, Istri Almarhum Sartono Bingung Akan Tinggal di Mana

"Banyak juga kok anak Samarinda yang jadi manajer di PT Teladan, di Astra. Tapi ya awalnya mereka meniti karir dari kebun. Tidak ada yang ujug-ujug langsung jadi manajer. Berkarir dulu di kebun. Suatu saat jadi pimpinan nanti, penempatannya bisa di kota juga kok," tandas Azmal. (rad)

Pekerja Sektor Sawit
1. Kukar 29.163 orang
2. Kutim 73.566 orang
3. Kubar 22.641 orang
4. Mahulu 3.260 orang
5. PPU 11.809 orang
6. Paser 50.478 orang
7. Berau 42.476 orang
8. Samarinda 613 orang
9. Balikpapan 19 orang
10. Bontang 38 orang
Total: 234.063 orang
Sumber: Dinas Perkebunan Kaltim (rad)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved