Alfamidi Hibahkan Laboratorium Pemasaran di SMK Negeri 14 Samarinda

Laboratorium itu dibuat sebagai tempat praktek murid usai mendapatkan teori maupun pelajaran di kelas.

Alfamidi Hibahkan Laboratorium Pemasaran di SMK Negeri 14 Samarinda
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, membeli makanan ringan dan alat tulis di laboratorium pemasaran Alfa Midi di SMK Negeri 14 Samarinda, Rabu (30/1/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - SMK Negeri 14 Samarinda menjadi sekolah ke-19 se- Indonesia yang menerima hibah berupa laboratorium pemasaran dari Alfamidi.

Teaching Factory itu merupakan kerja sama program pendidikan dengan manajemen retail, PT Midi Utama Indonesia Tbk. Penyerahan sekaligus pengoperasian laboratorium pemasaran itu ditandai dengan pengguntingan pita pintu masuk laboratorium oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, yang dirangkai dengan penanaman pohon, serta peletakan bata pertama pembangunan masjid At Tarbiyah di lingkungan SMKN 14, Rabu (30/1/2019).

Laboratorium pemasaran itu berupa toko yang didesain menyerupai toko Alfamidi. Laboratorium itu dibuat sebagai tempat praktek murid usai mendapatkan teori maupun pelajaran di kelas.

Laboratorium yang dilengkapi dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari, termasuk ada beragam makanan, minuman, serta alat tulis. Laboratorium itu juga dilengkapi dengan mesin kasir untuk memudahkan pelajar melayani masyarakat maupun pembeli.
"Program ini sejalan dengan program pemerintah. Dengan pendidikan retail ini, pelajar dididik dapat menjadi seorang pengusaha, setelah lulus punya kemampuan mengembangkan usaha," ujar Corporate Communication Alfamidi, Arif Lutfian N.

Tidak hanya itu. Pihaknya juga memberikan pelatihan kepada guru di SMKN 14 selama kurang lebih enam bulan terkait dengan kurikulum retail. Bahkan membuka kesempatan khusus kepada lulusan SMKN 14 yang ingin bergabung dengan Alfamidi tanpa tes tertulis, dengan jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelamar lainnya. "Guru kami training, dan lulusan SMKN 14 yang ingin bekerja di Alfamidi kami persilahkan, tanpa tes dan grade-nya lebih tinggi," jelasnya.

Menurutnya, jarang ada jurusan pemasaran punya laboratorium, dan nantinya semua yang kelola sekolahan, untuk sekolahan juga. "Kami tidak mewajibkan setelah barang habis beli di kami, bisa juga di tempat lainnya," tambahnya.

Sementara Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menilai, teaching factory merupakan salah satu terobosan dan juga program yang dianjurkan oleh pemerintah pusat dan daerah. SMK bisa bermitra dengan dunia usaha dan instansi. "Agar nantinya setelah lulus, atau saat masuk ke dunia kerja tidak canggung," ucapnya.

Wagub berpesan agar semua pihak yang terlibat tidak merasa memberikan jasa, namun merupakan tanggung jawab bersama untuk kepentingan pendidikan. "Jangan pernah merasa memberi jasa, tapi ini tanggung jawab kita. Kita harus terus membangun, agar pelajar mampu bersaing tidak hanya di nasional, tapi juga internasional," tegasnya. Usai meresmikan laboratorium pemasaran, Hadi Mulyadi langsung berbelanja beberapa makanan ringan serta alat tulis.(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved