Diet dengan Berpuasa Dua Hari Seminggu, Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya

Target puasa memangkas asupan kalori menjadi hanya seperempat dari total asupan kalori rutin.

Diet dengan Berpuasa Dua Hari Seminggu, Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasannya
SHUTTERSTOCK
Diet 

TRIBUNKALTIM.CO - PROGRAM diet makin banyak variasinya. Sepertinya hmpir setiap tahun ada metode-metode diet terbaru atau yang dimodifikasi.

Pernahkah kamu mendengar soal diet 5:2? Diet tersebut dinamakan 5:2 karena pengikutnya dituntut untuk makan rutin selama lima hari, dan menurunkan jumlah asupan kalori secara drastis pada dua hari lainnya.

 Diet 10 Hari Tanpa Gula ala Jenniefer Lopez, Dalam 5 Hari Sudah Terlihat Hasilnya

 

Target diet 5:2 adalah memangkas asupan kalori menjadi hanya seperempat dari total asupan kalori rutin. Misalnya, target kalori harian seseorang sebesar 2.000 kalori. Maka, pada dua hari "puasa", orang tersebut hanya bisa mengonsumsi sebesar 500 kalori. Hal terpenting, dua hari puasa tersebut jangan sampai berurutan. Misalnya, lakukan setiap Senin dan Kamis atau Rabu dan Sabtu. Sebab, tubuh tetap memerlukan kalori dan nutrisi untuk bisa berfungsi dengan optimal. Namun, asupan makanan yang dipilih tak dibatasi.

Diet 5:2 fokus pada pembatasan jumlah kalori pada dua hari puasa. Cara ini bisa membuat pengikutnya lebih puas dengan pola makan mereka, karena tidak dibatasi terlalu ketat. Meski begitu, bukan berarti kita bisa makan sebebas-bebasnya pada lima hari sisanya. Tetaplah berlakukan pola makan sehat, serta menghindari makanan olahan atau bergula.

Cara Diet Alami tanpa Membahayakan Kesehatan, Jangan Lewatkan Waktu Makan

Manfaat

Ada sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dengan menjalankan pola diet 5:2. Seperti mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan menurunkan berat badan. Untuk mencapai target berat badan yang diinginkan, pengikut pola diet 5:2 dianjurkan untuk makan dalam jumlah yang lebih sedikit daripada jumlah kalori yang mereka bakar.

Para ahli gizi menyebutnya kalori defisit. Jika diikuti secara tepat, diet 5:2 bisa menjadi cara sederhana dan "tepat sasaran" dalam memangkas kalori, sehingga membantu kita membakar lemak berlebih.

Meski tidak banyak studi yang membahas diet 5:2 secara spesifik, studi-studi terdahulu mengenai intermittent fasting bisa menjadi landasan. Sebuah ulasan pada Annual Review of Nutrition mencatat, dalam studi terhadap binatang, diet serupa intermittent fasting bisa membantu mereduksi jaringan lemak dan sel yang menyimpan lemak.

Sebuah ulasan dan meta analisis yang dilakukan pada 2018 membandingkan intermittent fasting dengan diet lainnya yang membatasi kalori secara ketat. Penelitian tersebut mencatat bahwa intermittent fasting sama efektifnya dengan pembatasan kalori, demi mencapai target penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

Membuat makanan sehat sendiri
Membuat makanan sehat sendiri (DragonImages)
Halaman
123
Editor: Rita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved