Gara-gara Diduga Pungli Rp 50 Ribu, Bupati Ogan Ilir Copot Jabatan Lurah Timbangan

Oknum Lurah di Kabupaten Ogan Ilir (OI) viral di media sosial gara-gara diduga melakukan pungli sebesar Rp 50 ribu.

Gara-gara Diduga Pungli Rp 50 Ribu, Bupati Ogan Ilir Copot Jabatan Lurah Timbangan
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam mendadak lakukan pencopotan jabatan Lurah Timbangan, terkait video dugaan pungli Oknum Lurah inisial AB. 

Gara-gara Diduga Pungli Rp 50 Ribu, Bupati Ogan Ilir Copot Jabatan Lurah Timbangan

TRIBUNKALTIM.CO - Sehari setelah beredarnya video oknum Lurah Timbangan yang diduga hendak melakukan praktek dugaan pungutan liar (pungli) terhadap seorang warga yang mengurus surat pengantar izin usaha perdagangan, Senin (30/1/2019).

Akhirnya, Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) HM Ilyas Panji Alam memberikan tindakan tegas terhadap oknum Lurah inisial AB tersebut dengan cara mendadak dilakukan pencopotan terhadap jabatannya.

Prosesi pemberhentian dan pengangkatan jabatan berlangsung Selasa (31/1/2019) pukul 14.00 di ruang rapat Bupati OI di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Indralaya dan dihadiri seluruh jajaran pejabat OPD di lingkungan Pemda Kabupaten OI.

 

BKSDA Ajak Perusahaan Pemegang Konsesi Lahan Ikut Konservasi Orangutan

Terlibat Prostitusi Online, Seorang Oknum Honorer di Kalbar Diamankan Polisi

 

Posisi jabatan Lurah Timbangan yang semula diisi Ab kini digantikan oleh Ichwani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Indralaya Utara.

Inisial Ab mantan Lurah Timbangan disposisi jabatan sebagai penata pelaksanan Kesbangpol Linmas.

Usai memberhentikan dan mengangkat jabatan Lurah Timbangan, Bupati OI HM Ilyas Panji Alam berpesan kepada seluruh jajaran hendaknya peristiwa seperti ini jadikan sebuah pelajaran.

Kunjungi Ahmad Dhani, Dahnil Anzar dan Sandiaga Uno Ungkap Kondisi Terkini

Gubernur Isran Minta OJK Berantas Rentenir Pertanian di Kaltim

 

Bahwasanya sekecil apapun nilainya menerima pemberian atas jabatan tidaklah dibenarkan menurut aturan perundang-undangan.

"Ini yang sangat saya sesalkan kejadian seperti ini walaupun nilainya hanya Rp 50 ribu. Ini merupakan tugas kita sebagai Aparatur Sipil Negara. Karena kita sudah digaji oleh negara. Masih untung uangnya belum diterima. Kalau sudah diterima itu sudah masuk ke ranah gratifikasi," ujar Bupati HM Ilyas Panji Alam.

Diberitakan sebelumnya, Oknum Lurah Timbangan Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan inisial Ab seketika viral di media sosial (sosmed).

Bahkan dalam video itu, Lurah timbangan sempat berkata  'Saya Bertanggungjawab'

VIDEO - Tidak Punya Uang Buat Beli Sabu, Pemuda Ini Bayar Dengan Sepatu Curian

Gubernur Isran Minta OJK Berantas Rentenir Pertanian di Kaltim

Pasalnya oknum lurah inisial Ab tersebut diduga kuat melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap warga yang hendak memperoleh pelayanan administrasi usaha.

Berdasarkan penulusuran di situs jejaring sosial dunia maya baik "instagram" maupun "facebook", video yang berdurasi lebih kurang 29 detik tersebut berada di lokasi Kantor Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Kabupaten OI.

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved