Pemprov Kaltim Kewalahan Kelola Aset, Ini Saran dari Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edy Kurniawan

Diketahui, Pemprov kesulitan merawat sejumlah aset yang ada. Terutama, aset yang dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, lalu.

Pemprov Kaltim Kewalahan Kelola Aset, Ini Saran dari Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edy Kurniawan
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO
Hotel atlet eks PON Kaltim 2008 di kawasan Sempaja Samarinda 

Pemprov Kaltim Kewalahan Kelola Aset, Ini Saran dari Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edy Kurniawan

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Langkah Pemprov Kaltim yang akan menyerahkan pengelolaan aset tertentu, kepada pihak ketiga, mendapat dukungan dari Ketua Komisi II, DPRD Kaltim, Edy Kurniawan.

Edy mengakui, Pemprov kewalahan mengelola aset yang bernilai total sekitar Rp 29 triliun.

Diketahui, Pemprov kesulitan merawat beberapa aset mereka.

Terutama, aset yang dibangun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, lalu.

"Mudahan saja yang di Sempaja (Hotel Atlet) ini ada duluan (dikelola pihak ketiga). memang dari dulu (soal aset eks PON) tidak pernah selesai. Silakan saja (dikelola pihak ketiga) kerepotan juga," kata Edy.

 

Semarakkan HUT Kota, Ini 5 Hotel yang Berikan Promo Great Sale di Balikpapan Selama Februari

Dalam Sidang Adjudikasi, Caleg Kasdi Ungkap Sejumlah Hal yang Layak Jadi Pertimbangan Majelis Hakim

Berbeda dengan Hotel Atlet yang sempat dilirik beberapa investor untuk dikelola, Stadion Utama Palaran, kata Edy, justru tak pernah dilirik investor.

"Stadion Palaran itu bagusnya dipinjamkan ke klub (sepakbola) saja," kata Edy.

Sampai saat ini, kata Edy, sudah sangat banyak aset Pemprov yang dikelola pihak lain.

Contohnya Embarkasi Haji Balikpapan yang diserahkan kepada Kementerian Agama.

Ada pula lahan yang ditempati Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Polnes, hinga guest house di Balikpapan yang sempat dikelola menjadi Hotel Royal Suite.

Aqua Boom Waterpark BSB Beri Diskon 50 Persen untuk Pemegang KTP Balikpapan, Catat Jadwalnya

Ditinggal Suami Merantau, Wanita Ini Nekat Bunuh Bayi Hasil Hubungan Gelapnya dengan Mertua

"Banyak aset kita yang sudah diserahkan ke instansi lain. Contohnya ke Brimob di Samarinda Seberang, kemudian di Kaltara. Nilainya aset kita sekarang sekitar Rp 29 triliun. Termasuk jalan dan jembatan," ungkap Edy.

Edy berharap, calon investor pengelola aset, memiliki pola perawatan yang baik.

Sehingga, aset tak terpakai yang dimiliki Pemprov Kaltim, memiliki manfaat bagi masyarakat.

"Harus jelas polanya. Kalau dikelola pihak ketiga, bagaimana perawatannya. Kalau tidak, bagaimana juga perawatannya. Yang kita inginkan, aset itu berdaya guna dulu," tuturnya.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved