Ganti Rugi Lahan

Sofyan Menanti Ganti Rugi, Selama 14 Tahun Lahan di Polder Air Hitam Belum Membayar

Sebagai pemilik lahan dengan alas hak akta pelepasan dan pembebasan penguasaan atas tanah bernomor 348/F-4/VII/1982, Sofyan merasa berhak menerima

Sofyan Menanti Ganti Rugi, Selama 14 Tahun Lahan di Polder Air Hitam Belum Membayar
tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Kondisi Polder Air Hitam saat ini. Warga mengajak masyarakat menjaga polder untuk kepentingan bersama. 

Sofyan Menanti Ganti Rugi, Selama 14 Tahun Lahan di Polder Air Hitam Belum Membayar

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lebih 14 tahun, Sofyan, salah satu warga pemilik lahan menanti kepastian ganti rugi lahannya kepada Pemkot Samarinda.

Lahannya  seluas 300 meter persegi, telah beralihfungsi menjadi waduk retensi atau polder air, di jalan AW Syahranie, Kelurahan Air Hitam, Samarinda. 

Sebagai pemilik lahan dengan alas hak akta pelepasan dan pembebasan penguasaan atas tanah bernomor 348/F-4/VII/1982, Sofyan merasa berhak menerima ganti rugi

Sebab, pemilik lahan yang berdekatan dengan lahan miliknya sudah terlebih dahulu mendapat uang ganti rugi

Dari informasi yang ia dapat, rata-rata mendapat ganti rugi kisaran Rp 100 juta untuk lahan dengan ukuran sama. Diketahui, polder air hitam memiliki luas 5 hektare atau 50 ribu meter persegi. 

Sofyan mengaku, saat itu tidak diberi tahu, rencana terkait kabar pembebasan lahan miliknya.

Bahkan sebagai pemilik lahan, ia pun tak pernah dihubungi oleh Pemkot terkait proses alih fungsi dan ganti rugi lahan. "Orang-orang sudah terima (ganti rugi) kami terlambat," kata Sofyan, Kamis (31/1/2019)

Polder yang di bangun tahun 2004 lalu itu, diperkirakan bisa menampung air sebanyak 150 ribu meter kubik air itu, merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Asam Kecil. 

Kehadiran polder itu, diyakini mampu mengurangi efek banjir di sekitar kawasan jalan Djuanda, Abdul Wahab Syahranie dan sekitarnya.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved