Tol Teluk Balikpapan

Tol Teluk Balikpapan Masuk Persiapan Pengadaan Tanah

Kepala Biro Pemerintahan Perbatasan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setprov Kaltim H Ardiansyah memimpin rapat yang diikuti perwakilan Pemkot Balikpapan

Tol Teluk Balikpapan Masuk Persiapan Pengadaan Tanah
Handover
Rancangan jembatan tol Teluk Balikpapan 

Tol Teluk Balikpapan Masuk Persiapan Pengadaan Tanah

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tol teluk Balikpapan, yang menghubungkan Balikpapan - Penajam saat ini baru memasuki tahap persiapan pengadaan tanah.

Progres ini diketahui berdasarkan kesimpulan rapat koordinasi, yang digelar di ruang Tepian II, Kantor Gubernur Kaltim Jl Gajah Mada Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (31/1/2019).

Kepala Biro Pemerintahan Perbatasan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setprov Kaltim H Ardiansyah memimpin rapat yang diikuti perwakilan Pemkot Balikpapan, Pemkab PPU, dan Waskita Karya.

Perwakilan Biro PPOD Setprov Kaltim, Purwanti mengatakan ada sejumlah agenda yang akan dilakukan selama tahap persiapan ini. Pertama terkait pemberitahuan kepada publik dan pihak terkait tentang design jembatan tol yang tidak ada perubahan dari awal.

Selanjutnya tim akan bergerak untuk menyosialisasi dan pendataan awal ke masyarakat."Minggu depan kita finishing dan tanggal 11 Februari 2019 kita sosialisasi dan pendataan awal. Kita akan ke masyarakat langsung, mulai dari PPU, lalu ke Balikpapan," ungkapnya.

Selanjutnya tim akan melakukan inventarisasi dan konsultasi publik. Menurutnya ini dilakukan guna memastikan aset siapa saja yang terlintasi tol. Di Penajam, mayoritas aset milik masyarakat dan Pemkab. Sedangkan di Balikpapan ada beberapa aset yang bukan milik Pemkot, seperti aset TNI AL, Polri, maupun Pertamina.

"Kami berharap di sosialsiasi dan pendataan awal tidak ada kendala, maka konsultasi publik bakal berjalan baik," ucapnya.

Menurutnya saat ini fokus yang digeber pihaknya yaitu persiapan pengadaan tanah yang outputnya adalah penetapan lokasi (panlok). Sedangkan untuk tahap pembebasan lahan, sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian PUPR, yang leading sektornya di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Output kita panlok, setelah itu kita kembalikan ke instansi yang memerlukan tanah yang dalam hal ini Kementerian PUPR. Selanjutnya akan meminta ke tahap berikutnya di BPN, apraisal nanti masuk di situ," kata Purwanti.

Sementara itu terkait estimasi biaya pembebasan lahan dan luasan lahan yang akan dibebaskan, Purwanti enggan berkomentar. Pasalnya tim belum mengetahui persis luas lahan lantaran harus diukur BPN. Lagipula, kata Purwanti pihaknya tak mengurusi soal keuangan.

"Kami hanya tahap persiapan itu yang soal biaya operasional. Ini juga tidak masuk estimasi pembiayaan awal untuk pembebasan lahan. Soal keuangan itu tahap selanjutnya ya itu pelaksanaan di BPN," ujarnya.

Rencananya jembatan tol ini akan melintasi Nipah-nipah Penajam Paser Utara - Pantai Melawai Balikpapan. Tol yang menghubungkan Kota Beriman dan Penajam ini dibangun oleh negara melalui BUMN (Waskita Karya).

Pihaknya berharap instansi terkait yang asetnya bakal dilintasi tol, bisa mendukung terealisasinya tol laut pertama di Kalimantan ini. (dmz)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved