Pemkot Balikpapan Segel 200-an Kios Pedagang yang tidak Membayar Sewa hingga Bertahun-tahun

Pemkot Balikpapan Segel 200-an Kios Pedagang yang tidak Membayar Sewa hingga Bertahun-tahun

Pemkot Balikpapan Segel 200-an Kios Pedagang yang tidak Membayar Sewa hingga Bertahun-tahun
Tribunkaltim.co/ Siti Zuibaidah
Salah satu kios di Pasar Klandasan yang disegel oleh Pemkot Balikpapan 

Pemkot Balikpapan Segel 200-an Kios Pedagang yang tidak Membayar Sewa hingga Bertahun-tahun

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan terus melakukan penyegelan kepada pedagang yang menunggak membayar retribusi toko/kios di Pasar Kampung Baru Tengah dan Pasar Klandasan Balikpapan.

Penyegelan dilakukan lantaran para pedagang tak kunjung melunasi pembayaran retribusi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Balikpapan. Ada sekitar 90 kios atau toko yang ditempati, kini disegel oleh Pemkot. Dari informasi yang ada, pedagang tidak melunasi retribusi lantaran sepi pembeli.

Kabid Sapras Disdag Balikpapan, Endang Dwi Kartini mengatakan, total keseluruhan toko atau kios yang disegel ada 90. Diantaranya, 20 kios di Pasar Kampung Baru Tengah, dan 70 kios di Pasar Klandasan.

Dari data total keseluruhan kios di Pasar Kampung Baru Tengah ada 199 orang pedagang yang menempati. Sementara untuk di Pasar Klandasan sendiri 536 orang pedagang yang menempati

Endang menyebutkan, jika dihitung-hitung ada 200 orang pedagang yang menunggak. Namun sudah diberi peringatan, Pemkot terus melakukan penagihan dan monitoring sehingga pembayaran retribusi tetap berjalan.

"Kami beri semangat mereka, sebab ada beberapa yang inisiatif membayar, sehingga mereka terus berjualan," kata Endang.

Contohnya di Warung Coto Makassar di Pasar Klandasan. Pemilik Coto Makassar menunggak hingga Rp 40 juta, namun sudah dibayarkan sekitar Rp 18 juta. "Banyak karena pemilik warung menggunakan sekitar 8 petak sendiri," kata Endang.

Total tunggakan keseluruhan pasar yang ada di Balikpapan sekitar Rp 7 miliar. Total tunggakan tersebut antara lain Pasar Klandasan Rp 4 miliar, Pasar Pandan Sari Rp 2 miliar, sisanya, termasuk Pasar Sepinggan dan Pasar Inpres masing-masing menunggak sekitar Rp 1 miliar.

Disampaikan Endang, untuk pedagang yang kembali menempati kios atau toko yang ada harus melunasi dulu tunggakan yang ada. "Kalau ada kemauan untuk berbayar maka toko akan dikembalikan pada yang bersangkutan. Jika tidak diserahkan ke orang lain," ungkap Endang. (*)

Rincian Tunggakan Pedagang

  • Pasar Klandasan Rp 4 miliar
  • Pasar Pandan Sari Rp 2 miliar
  • Pasar Sepinggan dan Pasar Inpres Rp 1 miliar
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved