Berawal Dari Pinjam HP, Kakek 6 Cucu Gagahi Gadis Keterbelakangan Mental

Aksi asusila itu dilakukan kakek 6 cucu bernama Supiansyah alias Sapri (60), yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan disalah satu bank.

Berawal Dari Pinjam HP, Kakek 6 Cucu Gagahi Gadis Keterbelakangan Mental
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Pria berusia 60 tahun yang telah memiliki 6 cucu diamankan Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota akibat melakukan tindak asusila terhadap gadis keterbelakangan mental, Selasa (5/2/2019). 

Berawal Dari Pinjam HP, Kakek 6 Cucu Gagahi Gadis Keterbelakangan Mental

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gadis keterbelakangan mental menjadi korban pemerkosaan seorang kakek.

Aksi asusila itu dilakukan kakek 6 cucu bernama Supiansyah alias Sapri (60), yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan disalah satu bank yang terdapat di jalan Gajah Mada.

Korban bernisial Dv (24) digagahi oleh kakek tersebut pada 2 Februari 2019 lalu di rumah keluarga pelaku, di jalan Biawan, Gang 5, Samarinda Ilir.

Barongsai Tarik Perhatian Pengunjung Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

Hingga Februari 2019, Jumlah Penderita DBD Kalahkan Rekor Tahun Lalu

Gagal Melaju di Piala Indonesia, Roni Fauzan Disebut Bakal Jabat Manajer Mitra Kukar

Awalnya, korban tiba-tiba mampir ke tempat kakek itu bekerja untuk meminjam handphone (HP). Sebelumnya antara pelaku dengan korban tidak ada hubungan apapun, dan tidak saling mengenal.

Bermula dari meminjam HP itulah, pikiran jahat menghinggapi si kakek yang akhirnya membawa korban ke rumah keluarganya, sekitar pukul 02.00 Wita.

Sebelum memaksa korban untuk melayani nafsunya, si kakek sempat mengancam korban dengan senjata tajam dan hendak dibunuh jika tidak melayaninya.

Dalam beberapa jam saja, si kakek menggagahi korban sebanyak tiga kali. Paginya, si kakek membawa korban ke pasar Pagi untuk membelikan korban pakaianan, setelah itu korban ditinggal pergi.

"Korbannya dewasa, namun dari keterangan yang kita dapat, korban ini keterbelakangan mental," ucap Kapolsek Samarinda Kota, Kompol Nur Kholis, Selasa (5/2/2019).

"Dari keterangan pelaku, persetubuhan itu dilakukan karena suka sama suka, namun kita dapati adanya indikasi kekerasan, dan pengancaman terhadap korban," tambahnya.

Semarakkan Hari Raya Imlek, Plaza Balikpapan Bakal Tampilkan Barongsai hingga Mask Changing Show

HUT ke 122 Kota Balikpapan, Pantai Nirmala Lamaru Bakal Luncurkan Sepeda Gantung Couple

Sementara itu, ditubuh korban terlihat sejumlah bekas kekerasan yang diduga dilakukan oleh pelaku, guna membuktikan dugaan tersebut, Kepolisian meminta pihak korban untuk melakukan visum.

Sedangkan pelaku berhasil diamankan pada Senin (4/2/2019) pagi kemarin di jalan Merbabu.

"Pelaku sudah kita amankan dan kita lakukan proses hukum lebih lanjut," ucapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved