Hingga Februari 2019, Jumlah Penderita DBD Kalahkan Rekor Tahun Lalu

"Jadi belum dua bulan tapi jumlah kasusnya sudah mengalahkan tahun lalu," ujarnya.

Hingga Februari 2019, Jumlah Penderita DBD Kalahkan Rekor Tahun Lalu
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
ILUSTRASI PENGASAPAN 

Hingga Februari 2019, Jumlah Penderita DBD Kalahkan Rekor Tahun Lalu

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sampai 5 Februari sudah mencapai 48 kasus, dan satu penderita meninggal dunia.

Jumlah ini mengalahkan rekor jumlah selama tahun 2018 yang hanya mencapai 46 kasus.

Kasi Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr Eka Wadhana yang dihubungi, Selasa (5/2/2019) menjelaskan, jumlah penderita DBD sampai Februari sudah mengalahkan jumlah penderita tahun lalu. 

"Jadi belum dua bulan tapi jumlah kasusnya sudah mengalahkan tahun lalu," ujarnya.

Gagal Melaju di Piala Indonesia, Roni Fauzan Disebut Bakal Jabat Manajer Mitra Kukar

Semarakkan Hari Raya Imlek, Plaza Balikpapan Bakal Tampilkan Barongsai hingga Mask Changing Show

HUT ke 122 Kota Balikpapan, Pantai Nirmala Lamaru Bakal Luncurkan Sepeda Gantung Couple

Eka mengatakan adanya peningkatan jumlah penderita ini karena perubahan cuaca panas dan hujan. Bahkan kasus DBD ini bukan hanya menimpa PPU namun hampir seluruh Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa satu penderita seorang bayi meninggal dunia. Eka menceritakan bahwa bayi tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Penajam untuk diperiksa kemudian pulang.

Namun beberapa hari kemudian, bayi tersebut kemudian diperiksa kembali dan langsung di rujuk kr RSUD PPU.

"Karena sudah kondisi kritis sehingga dirujuk ke RS Kanujoso Balikpapan dan akhirnya meninggal, " ujarnya.

Untuk mencegah agar DBD ini tak meluas dan jumlah penderita semakin bertambah, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegaj adanya nyamuk.

Bahkan berharap agar masyarakat berupaya agar tak digigit nyamuk.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengasapan di lokasi atau daerah yang warganya terkena DBD. Hal ini dilakukan agar penyakit ini tak menular kepada orang lain. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved