Imlek 2019

Jelang Perayaan Imlek, Ladang Rezeki bagi Penjual Kertas Sembahyang di Balikpapan

Perayaan Imlek menjadi ladang rejeki bagi Eldy (65) warga Gunung Sari Ilir, penjual kertas sembahyang.

Jelang Perayaan Imlek, Ladang Rezeki bagi Penjual Kertas Sembahyang di Balikpapan
Tribun Kaltim
Eldy (65) warga Gunung Sari Ilir, penjual kertas sembahyang jelang perayaan Imlek. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjelang perayaan Imlek, pengurus Klenteng Guang De Miao, tempat ibadah Setya Dharma Balikpapan rutin mempersiapkan kelengkapan ibadah bagi umat yang ingin sembahyang di klenteng tersebut. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Setya Dharma Balikpapan, William.

"Biasanya jelang pergantian tahun sekitar jam 11 atau 12 malam banyak yang sembahyang. Biasanya kebanyakan anak muda," ujarnya, Senin (4/2).

Persiapan yang dilakukan di klenteng Guang De Miao Balikpapan yakni menyiapkan api dan dupa besar serta memasang nomor urut proses sembahyang yang akan di lakukan. "Kita juga memasang nomor urut, karena tahapan sembahyang kita biasanya harus berurutan tahapannya sesuai tingkatannya," terangnya.

Baca: Prediksi Tokoh Tionghoa terhadap Tahun Babi Tanah 2019, Ekonomi Kaltim Dipastikan Cerah

Proses sembahyang di perayaan imlek ini dilakukan berbeda-beda. Ada yang melakukan sembahyang malam pertama imlek, ada yang sembahyang malam kedua imlek sesuai kalender China, dan ada juga yang sembahyang pada hari kesembilan pasca imlek.

"Biasanya yang mencolok itu hari kedua dan hari ke sembilan imlek sih, tergantung masing-masing orangnya," jelasnya.

Perayaan Imlek menjadi ladang rejeki bagi Eldy (65) warga Gunung Sari Ilir, penjual kertas sembahyang. Menurut Eldy, dirinya menjual satu ikat kertas sembahyang seharga Rp 6.000 dengan isi 14 lembar tiap satu ikat.

Baca: VIDEO Link Live Streaming Frosinone vs Lazio Liga Italia Pukul 01:00 WIB Dini Hari Ini

Baca: Perayaan Imlek di Klenteng Guang De Miao Dijaga TNI-Polri hingga Pagi Hari

Kertas sembahyang tersebut digunakan oleh warga Tionghoa yang akan melaksanakan sembahyang dan biasanya tiap selesai sembahnyang kertas tersebut dilipat dan dibentuk menjadi satu lingkar kembang teratai kemudian dibakar. "Satu ikat ini biasanya jadi satu kembang teratai," ujarnya, Senin (4/2).

Lanjut Eldy, kembang teratai dari kertas ini merupakan ciri khas dari klenteng Guang De Miao Balikpapan, sehingga tiap perayaan dirinya selalu menjual kertas sembahyang tersebut di klenteng itu. "Saya sudah dua tahun jualan kertas sembahyang ini disini," ungkapnya.

Pada perayaan Imlek tahun ini, Eldy menyediakan 1.340 lembar kertas sembahyang guna memenuhi kebutuhan warga Tionghoa yang bersembahyang di Klenteng Guang De Miao Balikpapan.

Baca: Dishub Balikpapan Siapkan Dua Shuttle Car untuk Tamu Pemkot saat Rapat Paripurna HUT Kota Balikpapan

Klenteng Guang De Miao Balikpapan yang berada di Jl Bukit Niaga, Pasar Baru, Balikpapan Kota merupakan satu-satunya klenteng di Balikpapan yang sudah berusia 104 tahun pada 8 Maret 2019 nanti. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved