Imlek 2019

Prediksi Tokoh Tionghoa terhadap Tahun Babi Tanah 2019, Ekonomi Kaltim Dipastikan Cerah

Prediksi Tokoh Tionghoa terhadap Tahun Babi Tanah 2019, Ekonomi Kaltim Dipastikan Cerah

Prediksi Tokoh Tionghoa terhadap Tahun Babi Tanah 2019,  Ekonomi Kaltim  Dipastikan Cerah
TRIBUNKALTIM/BUDI SUSILO
Tokoh Tionghoa Balikpapan, Tjan Hariyanto Chandra (62) saat di tokonya, Jl Ahmad Yani, Kelurahan Gunungsari Ilir Kota Balikpapan.  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peradaban modern yang mengandalkan banyak ilmu pengetahuan dan teknologi membuat masyarakat Tionghoa di Kaltim, terutama generasi millenial tidak lagi mempercayai keberadaan shio, ramalan-ramalan prediksi kehidupan.

Kepada Tribun Kaltim, tokoh Tionghoa Balikpapan, Tjan Hariyanto Chandra (62) menuturkan, tanyakan saja kepada anak-anak muda Tionghoa soal ramalan shio, banyak yang tidak tahu. "Dari sepuluh orang, sembilan orang diantaranya tidak tahu apa itu shio. Tahunya hanya nama shio mereka masing-masing," ungkapnya pada Senin (4/2).

Menurutnya, perkembangan zaman begitu maju, ilmu pengetahuan dan teknologi melaju pesat. Dari kebanyakan orang, yang lahir tahun 1980 ke atas tidak lagi membicarakan mengenai shio. Mereka sebatas menjadi perbincangan saja.

Baca: Perayaan Imlek di Klenteng Guang De Miao Dijaga TNI-Polri hingga Pagi Hari

"Makna dan prediksi tidak lagi secara mendalam. Anak-anak sekarang tidak lagi. Abad millenial tidak lagi fokus bicara shio, hanya buat asyik-asyik saja," ujarnya.

Chandra menilai, semua generasi sudah bicara berdasarkan logika, telah mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Hanya saja, mereka ini masih percaya akan hukum sebab dan akibat atau hukum alam.

"Iptek pun berdasarkan pada hukum alam. Orang lapar, apa yang dilakukan? Makan. Hanya dengan makan orang bisa bertahan hidup. Setelah makan menjadi kenyang. Menanam durian pakai apa? Pakai bibit durian. Tidak mungkin tumbuh begitu saja. Semuanya berdasarkan ilmu pengetahuan, bukan lagi ramalan-ramalan," kata pria kelahiran Balikpapan ini.

Pastinya, shio itu tradisi, sebagai kepercayaan di kalangan masyarakat tionghoa. Memasuki imlek yang masuk tahun Babi Tanah, pastinya Chandra yang mewakili masyarakat Tionghoa Balikpapan menyatakan, semoga bisa lebih baik lagi di tahun 2019.

Baca: Lunar New Year, Intip Foto BTS Sambut Tahun Baru Imlek Setiap Tahunnya, Lihat Perbedaannya

Momen pemilihan umum, memasuki Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif, masyarakat wajib bersatu meski diselimuti perbedaan pandangan politik.

"Jangan ikut arus sebarkan berita hoax, yang bisa memecah belah bangsa kita, yang bisa berujung pada kehancuran negara kita," ujarnya.

Bicara soal ekonomi pada 2019, khusus di Kota Balikpapan, Kaltim bisa dipastikan cerah. Bakal ada tren kenaikan yang positif mengingat di Balikpapan akan ada perluasan kilang minyak Pertamina yang lebih besar.

Baca: DKP Sebut 22 WNI yang Sempat Ditahan Malaysia Bukan Pemilik Rumput Laut

"Roda ekonomi pasti lebih bagus. Dilihat dari pendatang yang merantau ke Balikpapan juga banyak lagi. Balikpapan ini saya katakan sebagai kota yang menjanjikan. Dilengkapi infrastruktur lengkap, pastinya masyarakat Balikpapan memiliki rasa optimisme yang kuat untuk mencapai kemajuan," ungkap Chandra. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved