PDAM Telat Laporkan Hasil Kajian Instalasi Air Kampung Sidrap Gagal Dibangun

Yudi menambahkan, komitmen perusahaan memenuhi ketersediaan air bagi warga Sidrap sebenarnya sudah dilakukan

PDAM Telat Laporkan Hasil Kajian Instalasi Air Kampung Sidrap Gagal Dibangun
TRIBUN KALTIM/ICHWAL SETIAWAN
Pemkot Bontang dan Pemkab Kutim difasilitasi oleh Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor merundingkan status Dusun Sidrap agar kembali ke Kota Bontang, di lantai II Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (3/1/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Harapan 3 ribu warga Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur untuk menikmati layanan air bersih terpasang di rumah-rumah gagal terpenuhi. Warga harus bersabar menunggu lebih lama lagi.

Pasalnya rencana pemasangan instalasi air ke rumah-rumah warga di Sidrap yang rencananya bakal dibiayai Pupuk Kaltim, belum masuk dalam belanja kegiatan perusahaan tahun 2019.

Perusahaan pupuk terbesar se-Asia Tenggara ini tak menganggarkan tahun ini lantaran proposal dan Rencana AnggaranBelanja (RAB) dari PDAM Tirta Taman Bontang terlambat masuk saat pembahasan anggaran perusahaan, Juli 2018 kemarin.

Staf Hubungan Eksternal Pupuk Kaltim, Yudi Vergiono mengatakan pembahasan anggaran untuk kegiatan ini baru bisa dilakukan pada Juli 2019 untuk realisasi 2020 mendatang.

"Kami kemarin menunggu proposal dan RAB dari PDAM saat pembahasan, tapi katanya belum jadi. Maka usulan ini baru bisa masuk Juli nanti untuk dilaksanakan 2020. Itupun kalau disetujui," ujar Yudi saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi Gabungan DPRD Bontang.

Dia menambahkan di kawasan Bontang Utara terdapat sejumlah perusahaan selain Pupuk Kaltim. Perusahaan tersebut bisa diajak untuk berpartisipasi dalam pembiayaan kegiatan ini.

Yudi menambahkan, komitmen perusahaan memenuhi ketersediaan air bagi warga Sidrap sebenarnya sudah dilakukan namun tidak banyak.

Pemenuhan air di Sidrap dilakukan dengan dua cara, yakni Portable Water dengan jumlah kuantitas 744 meter kubik dan Raw Water 3.700 meter kubik setiap bulan. "Ada air tangki yang kita antarkan ke sana, air itu khusus untuk konsumsi saja," ujarnya.

Rapat yang digelar belum mengambil keputusan. Pimpinan rapat, Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubayya Bengawan mengatakan pihaknya bakal memanggil perusahaan lain untuk terlibat dalam rencana pembangunan instalasi air ke Dusun Sidrap.

Rapat lanjutan juga bakal menghadirkan pihak-pihak terkait seperti TNK serta Komisi I DPRD Bontang.

Sekadar informasi, Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris mengatakan Pupuk Kaltim berencana membangun pipa air ke rumah-rumah warga Dusun Sidrap. Hal itu dikemukakan pihak perusahaan saat menghadiri Rapat Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) di Jakarta, November 2018 lalu. (*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved