Sederet Fakta Murid SMP jadi Budak Nafsu Ayah Kandung, Ada Ancaman dan Awal Kasus Terkuak

Sejumlah fakta baru terungkap dari kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah di Kupang terhadap anak kandungnya sendiri.

Sederet Fakta Murid SMP jadi Budak Nafsu Ayah Kandung, Ada Ancaman dan Awal Kasus Terkuak
Kolase Tribun-Medan.com/Ilustrasi
Ilustrasi Siswi SMP 

Sederet Fakta Murid SMP jadi Budak Nafsu Ayah Kandung, Ada Ancaman dan Awal Kasus Terkuak

TRIBUNKALTIM.CO -  Sejumlah fakta baru terungkap dari kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah di Kupang terhadap anak kandungnya sendiri. 
Sang ayah, tega menjadikan anak kandungnya sebagai budak nafsunya.

Salah satu fakta dari kasus seorang ayah di Kupang tega jadikan anaknya sebagai budak nafsunya, yakni pelaku melancarkan aksinya saat mabuk.

Selain itu, juga sda beberapa fakta lain dari kasus di mana seorang ayah di Kupang tega jadikan anak kandungnya sebagai budak nafsunya.


Diketahui pelaku yang berinisial YM (43) memperkosa putri kandungnya sendiri yang berinisial IJM (12).

Korban sendiri saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang.
 
Berikut deretan fakta di balik peristiwa nahas tersebut.

1. Pelaku melakukan aksi bejatnya berkali-kali saat mabuk

Mengutip dari Pos Kupang, Iptu Bobby, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota mengungkapkan bahwa pelaku melakukan aksinya saat mabuk, di kos milik mereka di daerah Oebufu.

"Korban mengaku bahwa ia sudah diperkosa berkali-kali oleh ayahnya, ketika dalam kondisi mabuk minuman keras. Bahkan parahnya, ayahnya sampai mengancam agar tidak memberitahukan kebiadaban tersebut ke orang lain," ujar Iptu Bobby.

2. Istri pelaku sedang bekerja di Perantauan


Fakta lainnya sang istri tidak tinggal bersama dengan suami dan anaknya.

Diketahui bahwa istri pelaku sedang bekerja di perantauan.

Kembali Iptu Bobby mengungkapkan bahwa istri pelaku atau ibu korba saat ini tengah bekerja di tempat perantauan.

 
 
3. Korban membeberkan semuanya pada sang ibu melalui ponsel

Tak tahan dengan perlakukan sang ayah, korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Ia menceritakan semua hal yang dialaminya pada sang ibu melalui telepon.

Ibunya kaget mendengar cerita putrinya, kemudian menghubungi saudaranya untuk melihat kondisi putrinya.

Saat, keluarganya datang, korban menceritakan apa yang telah diperbuat ayahnya kepadanya.


4. Pelaku terancam hukuman penjara 15 tahun

Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Kupang Kota, dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Pelaku dijerat dengan pelanggaran Undang Undang nomor 17 tahun 2016 pasal 81 ayat tiga (3) tentang perlindungan anak.

"Pelaku kini sudah kita tahan. Dia (YM) disangkakan melanggar pasal 81 ayat (3) Undang Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar". (*)
 
Editor: Doan Pardede
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved