Kapal Meledak di Sungai Kunjang

Setelah Ledakan 2 Kapal di Dermaga, Dishub Samarinda Rencanakan Razia

Hal ini menyusul ledakan kapal yang diduga karena kebocoran tabung gas di sebuah dermaga pribadi yang diduga tak patuh perizinan.

Setelah Ledakan 2 Kapal di Dermaga, Dishub Samarinda Rencanakan Razia
Tribunkaltim.co/ Nalendro Priambodo
Tim pencarian dan pertolongan gabungan masih menyisir sebagian sungai Mahakam untuk mencari dua korban hilang akibat meledaknya kapal pengangkut barang dan tabung gas. Dua korban yang belum ditemukan yakni kru kapal, Arman (25) dan Jamaluddin (50). 

Setelah Ledakan 2 Kapal di Dermaga, Dishub Samarinda Rencanakan Razia

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dishub Kota Samarinda berencana menggelar razia ke dermaga-dermaga yang ada di Kota Tepian.

Hal ini menyusul ledakan kapal yang diduga karena kebocoran tabung gas di sebuah dermaga pribadi yang diduga tak patuh perizinan.

Izin yang dimaksud adalah Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Izin ini penting, guna menjaga standar operasional keselamatan kerja dan penumpang di setiap dermaga penumpang dan barang milik pribadi.

"Bulan ini dan bulan depan, kami akan razia, setiap pelabuhan seperti ini. Masih hidup atau mati (izinnya), kalau mati, kerjasasma denga Kepolisian atau Polairud mereka yang mendindak. Kalau memang harus ditutup ya kita tutup sementara, sebelum izin keluar," tutur Kepala Seksi Angkutan Sungai dan Dermaga, Dinas Perhubungan Kota Samarinda, M. Teguh Setyawardana, Rabu (6/2/2019) siang di sela mengecek dermaga lokas ledakan di jalan Untung Suropati, Sungai Kunjung, Samarinda.

Dishub Samarinda Nyatakan Pelabuhan Tempat Meledaknya 2 Kapal Ternyata Ilegal

VIDEO - Ledakan Kapal di Samarinda, Dua Kapal Tenggelam dan Tiga Orang Luka Bakar

Dua Korban Meledaknya Kapal Masih Hilang, Tim SAR Fokus Sisir 10 km dari Dermaga Sungai Kunjang

Lanjut dia, ada banyak dermaga atau pelabuhan milik pribadi yang beroperasi di Kota Tepian. Dermaga itu, mengangkut orang, barang seperti BBM, Batu Palu, Batubara dan lainnya. Jumlah ada puluhan.

Stelah kejadian terbakarnya dua kapal yakni KM Amelia dan Tanjung Mas, di dermaga pribadi milik PT Sei Mahakam, pihaknya baru mengetahui pemilik dermaga tidak patuh perizinan TUKS. Hal ini, dia ketahui setelah mengecek dokumen perizinan di kantornya.

“Saya cek di kantor, selama dua tahun ini, tidak ada laporan untuk perpanjangan (TUKS), laporan bulanan dan tahunan juga tidak ada. Jadi, saya anggap pelabuhan ini ilegal,” kata Teguh.

Meski 'kecolongan' pihaknya mengaku rutin menggelar operasi pengecekan dokumen dan peralatan keselamatan lainnya di dermaga-dermaga seperti ini.

Dia menduga ada ulah oknum tertentu sehingga dermaga yang dua tahun tak memperpanjang izin seperti ini, atau dermaga lainnya yang diduga tak patuh perizinan tetap beroperasi.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved