Tim Jatanras Polda Kaltim Tangkap Dua Pelaku Begal setelah Diburu 4 Hari di Sulawesi Selatan

Tim Jatanras Polda Kaltim Tangkap Dua Pelaku Begal setelah Diburu 4 Hari di Sulawesi Selatan

Tim Jatanras Polda Kaltim Tangkap Dua Pelaku Begal setelah Diburu 4 Hari di Sulawesi Selatan
tribun kaltim / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Tersangka begal di Samarinda, Rido, tertangkap di Jeneponto, Sulsel. 

Tim Jatanras Polda Kaltim Tangkap Dua Pelaku Begal setelah Diburu 4 Hari di Sulawesi Selatan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dua begal kejadian di Jalan Pahlawan depan Toko Sumber Agung kota Samarinda belum lama ini ditangkap polisi. Rido (39) akhirnya menyusul rekannya, Riyan (40) yang lebih dulu mendekam di sel.

Selasa (5/2/2019) Rido ditangkap di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Jatanras Polda Kaltim, Polresta Samarinda dan Polda Sulsel bentuk tim gabungan mencari Rido di Sulawesi.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku saat itu sedang berada di rumah sepupunya, Kampung Baitana Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Saat dilakukan penangkapan pelaku sedang tertidur di dalam kamar bersama istrinya. Kemudian tim bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap Rido.

"Empat hari kami cari dia di Sulsel bersama timsus gabungan. 02.30 wita kami tangkap tersangka di rumahnya, " kata Direskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Andhi Triastanto melalui Kasubdit Jatanras Kompol Sidabutar.

Baca: Direskrimum Polda Kaltim Kantongi Identitas Pelaku Begal Rp 600 Juta di Samarinda

Baca: Dishub Balikpapan Pasang Pembatas dari Lampu Merah Karang Anyar untuk Mengurai Kemacetan

Baca: Bantu Mendistribusikan Logistik Bencana Sulteng, Lanud Dhomber Balikpapan Raih Penghargaan

Untuk diketahui korban 2 kawanan begal Samarinda ini mengalami kerugian hampir Rp 60 juta. Saat ditangkap uang hasil begal pelaku sudah habis tak tersisa.

Pengakuan tersangka, uang tersebut dibagi dua. Kemudian dibelanjakan kebutuhan hidup. Seperti barang-barang elektronik, TV, mesin cuci, kulkas, telpon seluler dan emas. "Tak kami temukan uang hasil kejahatan. Sudah dijadikam barang. Barang-barang itulah kami lakukan penyitaan sebagai barang bukti," jelasnya.

Dijelaskan Henry, masing-masing tersangka punya peran. Rido bertugas sebagai pemetik, sementara Riyan merupak driver dan pengalih kondisi saat mereka beraksi. Kawanan ini tak segan lukai korbannya saat beraksi.Keduanya gunakan motor matic dan bawa sajam. "Modus operandi, mereka berpura menggedor kaca belakang, seolah ada kempes ban belakang. Di dalam keluar, eksekutor bawa lari uang di dalam mobil," ujarnya.  (*)

Baca: Dishub Balikpapan Siapkan Dua Shuttle Car untuk Tamu Pemkot saat Rapat Paripurna HUT Kota Balikpapan

Baca: Panitia HUT Balikpapan Ingin Pecahkan Rekor Muri Makan Mie Singkong 5 Ribu Porsi

Baca: KPU Balikpapan Jamin Tidak Ada Caleg Mantan Napi Koruptor di Balikpapan

Baca: Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Pesimistis Pembebasan Lahan Sungai Ampal Terealisasi di Tahun 2019

Baca: Diskominfo dan DILo Selenggarakan Lomba Pembuatan Aplikasi Layanan Publik untuk Balikpapan

Baca: Pemkot Balikpapan Segel 200-an Kios Pedagang yang tidak Membayar Sewa hingga Bertahun-tahun

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved