Bank Indonesia Balikpapan Resmikan Penyerahan Bantuan Sumber Air Bersih di Karang Joang

Bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia berupa bantuan sumber air bersih bagi masyarakat kelurahan Karang Joang dan bantuan mesin untuk pondok.

Bank Indonesia Balikpapan Resmikan Penyerahan Bantuan Sumber Air Bersih di Karang Joang
Tribunkaltim.co/ Aditya Hafidz
Bimo Epyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (tiga kanan) bersama jajaran manajemen Bank Indonesia berfoto setelah meresmikan Program Sosial mereka dengan memberikan Bantuan Sumber Air Bersih dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, pada Jumat, (8/2), bertempat di Kilo 20 RT 40 Karang Joang. 

Bank Indonesia Balikpapan Resmikan Penyerahan Bantuan Sumber Air Bersih di Karang Joang

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bank Indonesia lakukan penyerahan Program Sosial mereka dengan memberikan Bantuan Sumber Air Bersih dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, pada Jumat, (8/2), bertempat di Kilo 20 RT 40 Karang Joang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto dan Asisten II Perekonomian sebagai Perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan.

Bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia berupa bantuan sumber air bersih bagi masyarakat kelurahan Karang Joang dan bantuan mesin untuk pondok pesantren.

Ruang Tamu Jadi Tempat Tidur, Maria Tahan Isak Tangis Terima Bantuan Polres Bontang

Pernah Wakili Indonesia ke Brasil, Begini Kiat Sukses BPBD Bontang Jadi yang Terbaik se-Kaltim

10 Sekolah di Kota Tepian Disambangi Pucuk Cool Jam

Bantuan sumber air bersih diberikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia kepada LKM Enggang Berseri dalam bentuk sarana-prasarana pembangunan sumur bor dalam dengan total bantuan sebesar Rp 300 Juta.

"Bantuan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan air bersih bagi masyarakat untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari," ujar Bimo Epyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan yang baru saja melakukan serah terima jabatan pada Jumat (8/2) pagi menggantikan Suharman Tabrani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada periode sebelumnya.

Keberadaan sumber air bersih ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan warga RT 40, RT 46 dan RT 49 dengan jumlah 250 Kepala Keluarga (KK) dan 52 KK warga miskin dengan total warga 1.050 jiwa.

Bank Indonesia meresmikan Program Sosial mereka dengan memberikan Bantuan Sumber Air Bersih dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, pada Jumat, (8/2), bertempat di Kilo 20 RT 40 Karang Joang.
Bank Indonesia meresmikan Program Sosial mereka dengan memberikan Bantuan Sumber Air Bersih dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, pada Jumat, (8/2), bertempat di Kilo 20 RT 40 Karang Joang. (Tribunkaltim.co/ Aditya Hafidz)

Selain warga sekitar, bantuan juga dapat dimanfaatkan untuk SMPN 20, SDN 26, Pondok Pesantren Albanjari, Masjid dan Mushola. Pengelolaan dan pemanfaatan bantuan ini akan diserahkan langsung kepada masyarakat sekitar dengan didampingi oleh Bank Indonesia Balikpapan.

Bank Indonesia mengharapkan bantuan sumber air bersih dapat membantu mencukupi kebutuhan air, menghindarkan warga dari ancaman penyakit, serta meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat.

"Bank Indonesia juga mengharapkan optimalisasi pengelolaan sumber air bersih yang diwujudkan dalam pembentukan badan usaha masyarakat, sehingga pemanfaatannya dapat berkesinambungan," lanjutnya.

Siap-siap, Pendaftaran PPPK 2019 di sscasn.bkn.go.id Buka Jam 16.00 WIB Cek Linknya

Jenis Sayuran Ini Wajib Dihindari Bagi Penderita Asam Urat, Cek Daftarnya

Pencarian Sempat Dihentikan, Jenazah Pemain Termahal Cardiff City Emiliano Sala Akhirnya Ditemukan

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus berkomitmen untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah secara berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi pesantren.

Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Bank Indonesia untuk mendorong pemberdayaan pesantren, Deputi Gubernur Bank Indonesia juga menyerahkan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa mesin bor duduk kepada Pondok Pesantren Al Muttaqien senilai Rp 100 Juta.

Selanjutnya, program bantuan ini diharapkan dapat memacu produktifitas serta memperkuat pemberdaayaan usaha dan meningkatkan ekonomi pesantren, yang pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat secara umum. (*) 

Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved