Bocah Tiga Tahun di Kutim Alami Trauma, Diduga Akibat Perbuatan Bejat Rekan Kerja Sang Ayah

“Sudah seperti keluarga. Sering bersama korban dan orang tua korban. Jadi tidak ada prasangka apa-apa, “ kata Sukirno.

Bocah Tiga Tahun di Kutim Alami Trauma, Diduga Akibat Perbuatan Bejat Rekan Kerja Sang Ayah
Kompas.com/ Ericssen Ilustrasi pencabulan.
Ilustrasi 

Bocah Tiga Tahun di Kutim Alami Trauma, Diduga Akibat Perbuatan Bejat Rekan Kerja Sang Ayah

TRIBUNKALTIM.CO, KUTIM –  Kekerasan terhadap anak kembali terjadi di wilayah Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur

Kali ini, pada bocah perempuan yang masih berusia tiga tahun.

Bunga sebut saja begitu, tiba-tiba mengeluh sakit di area kewanitaannya. Kedua orang tuanya pun langsung curiga, sesuatu telah terjadi pada buah hati mereka.

Polsek Muara Badak Hentikan Pesta Narkoba, Empat Pria Diciduk

Kebakaran di Samarinda, Masriah dan Keluarganya Tidur di Dermaga Kapal

Fakta-fakta Pria Mengamuk Banting Motor saat Ditilang, Beredar Video Bakar STNK 

Namun, Bunga bungkam saat ditanya siapa yang menyakitinya. Sampai akhirnya, Bunga dibawa kedua orang tuanya ke dokter untuk diperiksa. Di situlah diduga da perbuatan bejat yang menimpa bocah tersebut dan melaporkan pada pihak berwajib. 

“Kami mendapat laporan dari orang tua Bunga, Rabu (6/2). Peristiwanya sendiri terjadi Januari lalu. Jadi anak ini sempat sakit dulu. Kemudian dibawa ke dokter, baru ketahuan,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kapolsek Muara Wahau, AKP Sukirno saat dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut, Jumat (8/2). 

Trauma yang dialami Bunga mengarahkan kecurigaan pada sosok RT, rekan kerja orang tua Bunga di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Karena, saat melihat RT, korban seperti ketakutan.  “Kami lakukan penyelidikan, hingga akhirnya RT mengaku bahwa dirinyalah yang mencabuli korban,” ujar Sukirno.

UPDATE - BNPB Laporkan 800 Jiwa Mengungsi di Gempa Morotai

Dibuka Hari Ini Jam 16.00 WIB, Pendaftaran PPPK atau P3K di sscasn.bkn.go.id, Simak Ketentuannya!

Mulai Hari Ini, Bimo Epyanto Pimpin Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan

Dalam pengakuannya pada polisi, RT sedang khilaf saat bermain-main dengan Bunga. Kebetulan pula, saat itu orang tua Bunga tidak ada di rumah.

Tersangka nekat melakukan perbuatan tak pantas itu di ruang depan rumah korban.

“Sudah seperti keluarga. Sering bersama korban dan orang tua korban. Jadi tidak ada prasangka apa-apa, “ kata Sukirno.

 Akibat perbuatan tersebut, RT langsung digelandang ke sel tahanan Polsek Muara Wahau. Kasusnya pun akan diproses di unit PPA Satreskrim Polres Kutai Timur. Ia dijerat undang undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved