Kenakan Baju Berlogo Brazil, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Jadi Penggebuk Drum di Kafe Samarinda

Lebih dari 5 lagu ia lakoni sebagai penggebuk drum. Munajat Cinta, Selir Hati milik band Dewa 19, Menunggu Kamu milik Anji adalah lagu yang ia iringi.

Kenakan Baju Berlogo Brazil, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Jadi Penggebuk Drum di Kafe Samarinda
Tribunkaltim.co/Anjas Pratama
Hadi Mulyadi saat menggebuk drum di Triple R, salah satu café di sekitar Jalan Juanda Samarinda, Jumat (8/2/2019). 

Kenakan Baju Berlogo Brazil, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Jadi Penggebuk Drum di Kafe Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pejabat publik tak selalu harus berurusan dengan administrasi pemerintahan. Di luar jam kerja, mereka juga sama seperti rakyat biasa. Berkumpul bersama warga di warung kopi, ataupun bertemu rekan sejawat di luar kantor.

Hal ini seperti dilakukan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Jumat (8/2/2019) malam, Hadi Mulyadi menyalurkan hobi yang beberapa waktu belakangan ia geluti. Terkenal sebagai sosok agamis, sisi lain Hadi Mulyadi ikut terlihat.

Pasalnya, di suatu café di bilangan Jalan Juanda Kota Samarinda, Triple R namanya, Hadi Mulyadi justru tampil beda. Ia menjadi penggebuk drum.

“Sudah beberapa waktu lalu memang suka salurkan hobi ini. Menjadi penggebuk drum butuh konsentrasi, karena harus menyamakan gebukan dengan alunan nada pemain bass ataupun melodi, serta menyamakan nada pula dengan irama sang penyanyi,” ucap Hadi Mulyadi yang saat itu kenakan baju kerah biru dengan logo Brazil.  

Bos YG Entertainment Sebut Rose BLACKPINK Akan Segera Rilis Lagu Solo, Ini Bocoran Jadwalnya

Kasus Pria Ngamuk dan Banting Motor Kuak Fakta Baru, Nomor Polisi Palsu hingga Hasil Penipuan

Pucuk Cool Jam Sambangi 10 Sekolah di Samarinda, Pemenangnya akan Ikut Festival di Bandung

Lebih dari 5 lagu ia lakoni sebagai penggebuk drum. Munajat Cinta, Selir Hati milik grup band Dewa 19, Menunggu Kamu milik Anji adalah beberapa lagu yang ia iringi.

Hadi tak canggung. Di depannya lelaki usia sekitar 20-30 tahun ikut asyik mainkan irama. Satu lelaki memegang gitar melodi dan satu lelaki lainnya memainkan instrument gitar bass.

Sementara di depannya lagi, dua pasangan ikut santai bernyanyi. Seorang lelaki kenakan kacamata dan pasangannya seorang wanita kenakan kaos polo dipadu sepatu sneaker dengan warna yang sama, putih.

Mereka tak canggung ikut diskusi, saling bertanya lagu apa yang akan dinyanyikan. Dua buah smart phone berlayar besar jadi panduan, dimana tiap lagu yang dipilih, tinggal diketik kata kunci di mesin pencarian google.

“Jangan lagu yang selow-selow, yang agak rock tidak apa-apa,” ucap Hadi Mulyadi sembari menggebuk pelan drum elektrik merek  Yamaha.

Dalami Kasus Ledakan Dahsyat di KM Amelia Samarinda, Pekan Depan Polisi Panggil PT Pertamina

Kronologi Lengkap Hilangnya Pesawat hingga Jenazah Emiliano Sala Berhasil Ditemukan

Kawal Stadion Madya Sempaja Samarinda akan Jadi Pilot Project Kawasan Transaksi Non Tunai

Satu buah lagu rock kemudian mengalir. Kali ini milik Nicky Astria bertitel 'Mengapa'. 

“Mengapa kau akhiri. Mengapa kau melupakan. Tak ingin ku disakiti, tak ingin ku dilukakan,” nyanyi penyanyi wanita di depan Hadi Mulyadi yang menggebuk drum.

Tak terlihat aura lelah di wajah orang kedua di Kaltim tersebut. Padahal, di siang harinya, ia baru saja pulang dari Sanga-sanga usai menjadi Khatib salat Jumat.

Halaman
12
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved