Demi Keselamatan Pelayaran, Alur Laut Selat Sunda dan Selat Lombok Dipisahkan

Kementerian perhubungan melakukan pemisahan alur pemisahan selat sunda dan selat lombok demi tercapainya keselamatan pelayaran

Demi Keselamatan Pelayaran, Alur Laut Selat Sunda dan Selat Lombok Dipisahkan
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Tim Basarnas masih terus mencari empat warga negara asing yang hilang saat menyelam di kawasan objek wisata Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8/2015). Pencarian dilakukan dari laut dan udara, dengan menoperasikan helikopter dan kapal laut. Korban belum ditemukan hingga hari ke-8, Minggu (23/8/2015). TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pasca disetujuinya penetapan bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok oleh organisasi maritim dunia atau International Maritime Organization (IMO) pada Januari 2019 lalu.

Kementerian Perhubungan atau Kemenhub siap mengawal implementasi TSS Selat Sunda dan Selat Lombok hingga mulai diberlakukan secara internasional pada tahun 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad, melalui press rilis yang diterima Tribunkaltim.co melalui sambungan WhatsApp pada Jumat (15/2/2019) sore.

SIARAN LANGSUNG Juventus vs Frosinone di beIN Sports 3 Pukul 02.30 WIB, Live Streaming via Vidio.com

Dua Calon Tersangka Baru Kasus Korupsi RPU Balikpapan akan Ditetapkan Usai Pileg 2019

Waspada, Berikut Titik Tanjakan Tajam Rawan Kecelakaan di Jalan MT Haryono Kota Balikpapan

Dia jelaskan, tak hanya persiapan pemenuhan sarana dan prasarana penunjang keselamatan pelayaran di area TSS seperti Vessel Traffic System (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), peta elektronik maupun regulasi terkait operasional dan teknis saja.

Namun juga, tambah dia, dukungan keselamatan pelayaran dan pengamanan TSS di kedua selat tersebut menjadi hal yang perlu dipersiapkan secara matang.

Untuk itu, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut yang memiliki tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan.

Berkas AW Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan, Humas Polda Akui Penanganan Kasus RPU Lambat

Sang Mucikari Prostitusi Online di Balikpapan Tawarkan Tarif Kencan Short Time Rp 1,8 Juta

Dinkes Kukar Temukan 8 Kasus Gizi Buruk di Loa Kulu, Dipicu Banyak Faktor

Di antaranya di bidang patroli dan pengamanan, penegakan hukum dan advokasi, tertib pelayaran, serta penanggulangan musibah dan pekerjaan bawah air, siap mendukung keselamatan pelayaran dan pengamanan TSS Selat Sunda dan Lombok.

"Sejak awal KPLP telah mempersiapkan jajarannya untuk mengawal implementasi TSS dengan melaksanakan patroli serta menyiapkan quick response team terkait dengan kecelakaan atau musibah pelayaran termasuk di area yang dekat dengan Particularly Sensitive Sea Area (PSSA) di area Gili Trawangan Lombok dan sekitarnya," ujar Direktur KPLP Ahmad di Jakarta.

Menurut Ahmad, nantinya pembentukan quick response team tersebut akan dilaksanakan secara terpadu dan didukung oleh Pangkalan PLP, Distrik Navigasi, Stasiun Radio Pantai (SROP) dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, KPLP juga memiliki fungsi komando dalam penegakan aturan di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran. Karenanya, pelaksanaan patroli di perairan Selat Sunda dan Lombok.

"Akan terus kami laksanakan mengingat IMO terus memonitor pelaksanaan dan implementasinya," kata Ahmad.

Penerapan TSS ini sendiri bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan palayaran di kedua selat yang menjadi wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan cukup ramai dilintasi oleh kapal-kapal asing.

Sudah menjadi tugas bersama bagi Indonesia untuk mengawal TSS Selat Sunda dan Selat Lombok sampai kemudian diadopsi pada Sidang IMO Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 pada bulan Juni 2019 mendatang, dan itu berarti TSS ini akan mulai diberlakukan satu tahun kemudian yaitu bulan Juni 2020.

 4 Kampung Wisata Unik di Kota Balikpapan, Punya Spot Foto Menarik dan Instagramable

Sosok Pahlawan Abdoel Moeis Hassan Bakal Dibahas dalam Seminar Nasional

"Untuk itu, diperlukan koordinasi dan konsolidasi secara intensif dengan para instansi dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mempersiapkan dengan baik, agar TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok ini dapat secara resmi diimplementasikan dengan baik dan lancar pada tahun 2020 mendatang," imbuh Ahmad. ( )

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved