Tiket Pesawat Mahal dan Ada Bagasi Berbayar, Okupansi Hotel di Kaltim Masih Stabil

Perhotelan di Provinsi Kalimantan Timur belum terkena imbas fatal akibat dari tingginya harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar.

Tiket Pesawat Mahal dan Ada Bagasi Berbayar, Okupansi Hotel di Kaltim Masih Stabil
Tribunkaltim/BudiSusilo
Kondisi bangunan kokoh bekas Hotel Hakaya Balikpapan dibilangan Jl Marsma Iswahyudi, Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (13/1/2019) siang. Kini hotel dekat bandara ini sudah tutup. 

Meski demikian, Zulkifli yakin, jika terus berlarut, kenaikan tiket pesawat ini bakal berimbas juga pada tingkat hunian hotel di Kaltim.

Mahalnya tiket, menurut Zulkifli, akan membuat orang berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan.

"Pasti akan berpengaruh. Itu pasti. Orang pasti membatasi bepergian. Saya saja, berangkat ke Jakarta, yang biasa tiket hanya Rp 800-900 ribu, sekarang jadi Rp 1,6 juta," katanya.

Jadi, dampaknya pada pariwisata dan perhotelan akan luar biasa," urai Zulkifli.

Hal ini pula, lanjut Zulkifli, yang membuat isu mahalnya tiket pesawat ini, sebagai persoalan utama yang disampaikan PHRI Pusat, kepada Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

Persoalan mahalnya tiket ini, kata Zulkifli, sudah menjadi persoalan nasional.

"Di Munas PHRI, mahalnya tiket pesawat ini jadi persoalan utama yang disampaikan, selain persoalan genset, dan statemen Mendagri yang melarang rapat di hotel," tutur Zulkifli. ( )

Perjalanan Karir dan Pendidikan CEO Bukalapak Achmad Zaky , Pernah Dapat IPK 4.00

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved