TNI di Perbatasan RI-Malaysia Dapatkan Kayu Olahan Illegal Tak Bertuan

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kaltara berhasil amankan kayu illegal logging

TNI di Perbatasan RI-Malaysia Dapatkan Kayu Olahan Illegal Tak Bertuan
HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN)
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementrian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan illegal di hutan lindung desa Binusan, Kabupaten Nunukan. 

"Jangan hanya tergiur oleh keuntungan, tanpa melihat efeknya kedepan. Menebang di hutan lindung, atau menebang pohon yang dilindingi itu melawan hukum, pasti akan ditindak," tegasnya. (*)

Lelang Truk Hasil Illegal Logging Tidak Diminati, Ini Penyebabnya

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) sampai sekarang masih menyimpan sekitar 16 unit kendaraan roda empat maupun enam dalam kasus illegal logging.

Meski sudah beberapa kali dilakukan lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan, namun sampai sekarang tidak ada peminat untuk membeli mobil tersebut.

Kepala Kejari PPU, Darfiah, Selasa (15/5/2018) menjelaskan, sudah pernah mengajukan lelang melalui KPKNL Balikpapan  namun sampai sekarang 16 kendaraan tersebut tak juga laku.

Bahkan lelang ini sudah pernah dilakukan sampai 4 kali namun tak kunjung laku.

Baca: Hindari Narkoba, Kajari PPU Ingatkan Tas Sekolah Sering Diperiksa

Ia mengatakan, alasan utama kendaraan tersebut tidak laku karena harga yang ditawarkan melalui lelang elektronik tersebut cukup tinggi.

"Yang menilai harga kendaraan itu kan mereka (KPKNL) bukan kami. Hasil penilaian mereka lah kemudian ditetapkan harga standar dalam lelang tersebut. Tapi karena harganya cukup tinggi sehingga tidak ada peminat. Ada truk yang sudah empat kali kami lelang tak laku-laku juga karena harganya masih mahal. Ada yang ditawarkan sampai Rp 50 juta," kata Darfiah.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved