Hari Minggu Gunung Karangetang Kembali Gempa, Sampai 12 Kali Hembusan

Keberadaan Gunung Karangetang kembali mengalami guguran lava sampai 12 kali gempa hembusan. Ada warga di Sitaro terisolir tak punya BBM dan listrik

Hari Minggu Gunung Karangetang Kembali Gempa, Sampai 12 Kali Hembusan
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
Guguran lava dari erupsi Gunung Karangetang bergerak melalui kali Batuare dan Malebuhe, di Kepulauan Siau Sulawesi Utara, Selasa (5/2/2019). Guguran lava tersebut telah menutup jalan yang merupakan akses dari desa Kawahang ke Batubulan kecamatan Siau Barat Utara. TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS 

TRIBUNKALTIM.CO, SITARO - Cuaca di Provinsi Sulawesi Utara daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro sejak minggu pagi tadi mengalami mendung disertai guyuran hujan. Tak ayal, tubuh Gunung Karangetang pun terlihat samar-samar.

Pengamatan Tribun di lokasi Gunung Karangetang, nampak gunung diselimuti kabut sampai tak teramati pada minggu (17/2/2019). Namun hal ini bukan berarti aktivitas guguran lava tak terjadi.

Saat bersua dengan Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang, menjelaskan, cuaca yang mendung dan turun hujan bukan berarti tidak membuat kontraksi pada Gunung Karangetang.

Katanya, aktivitas kegempaan Gunung Karangetang masih bisa teramati melalui peralatan.

15 Oleh-oleh Khas Balikpapan Berupa Makanan yang Terkenal Enak dan Punya Cita Rasa Unik

Pemeriksaan BPK, Parpol Diminta Pertanggungjawabkan Dana Bantuan dari Pemprov Kaltara

Merasa Puisi Doa yang Ditukar Terus Digoreng, Fadli Zon Minta Maaf pada Mbah Moen & Keluarga

"Apalagi saat ini peralatan sudah baik semuanya, sehingga data yang masuk lebih akurat," ungkap Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api.

Secara kegempaan dapat terpantau sejak pagi terjadi lima kali gempa guguran dengan amplitudo 3 sampai 5 milimeter, berdurasi 35 hingga 55 detik. Juga ada gempa hembusan terjadi 12 kali dengan amplitudo 5 hingga 20 mimimeter, berdurasi 25 sampai 45 detik.

Aktivitas gempa tremor harmonik juga terekam meski hanya sekali dengan amplitudo 30 mm, dengan durasi 42 detik, juga gempa hybrid terjadi sekali, amplitudo 5 mm, S-P 0 detik, durasi 10 detik.

Terekam juga tektonik jauh sebanyak dua kali, amplitudo 10-30 mm, S-P 21 detik, durasi 45-125 detik.

Serta yang menjadi penanda aktivitas gunung terus berjalan yaitu terekamnya termor menerus atau microtremor dengan amplitudo 0.25 mm atau dominan 0.25 mm.

"Memang aktivitas ini cenderung lama, sehingga sampai sekarang status gunung Karangetang masih pada level III atau Siaga," tutur Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api.

Hailey Baldwin Puji Sisi Romantis Justin Bieber, Hal yang tak Pernah Dilakukan Pria Lain Sebelumnya!

The Hunger Games Malam Ini di Trans TV, Katniss dan Peeta Kembali Bertarung di Kompetisi Berbahaya

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved