Hari Ini Gunung Karangetang Kontraksi Lagi, Hembuskan Lava Sampai 9 kali
Selasa pagi ini Gunung Karangetang di Sitaro kembali keluarkan guguran lava. Catatan Petugas Pos Pemantau Gunung Api sebut amplitudo 6 sampai 20 mm
TRIBUNKALTIM.CO, SITARO - Hari ini Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro di Provinsi Sulawesi Utara masih mengalami kontraksi, terlihat ada beberapa guguran lava pada Selasa (19/2/2019).
Situasi cuaca saat ini memang sedang mendung. Matahari tidak terlihat cerah sejak pagi di Sitaro, kawasan Gunung Karangetang berada. Wujud Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara samar-samar, tertutup kabut.
Berdasarkan pengamatan Tribun dalam catatan kegempaan Petugas Pos Pemantau Gunung Api ternyata Gunung Karangetang tak hanya ada guguran lava, tetapi juga ada beberapa hembusan amplitudo dalam hitungan per detik.
Hari Minggu Gunung Karangetang Kembali Gempa, Sampai 12 Kali Hembusan
Leleran Lava Terus Terjadi, Berikut 5 Fakta Terkini Erupsi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara
Masih di Sulut, Aktivitas Gunung Karangetang Meningkat, Statusnya Kini Naik jadi Level III Siaga
Pendalaman Tribun atas informasi dari Petugas Pos Pemantau Gunung Api terungkap, pada Selasa (19/2/2019), ada gempa guguran 13 kali dengan amplitudo 3 hingga 6 milimeter.
Hal ini berdurasi 36 sampai 60 detik.
Sementara hembusan sebanyak 9 kali, amplitudo 6 sampai 20 milileter dengan durasi 26-34 detik.
Jarak Guguran Lava Gunung Karangetang hanya 300 Meter dari Permukiman, Warga Dievakuasi
Untuk vulkanik dangkal dua kali terjadi, amplitudo 4 sampai 5 mm, durasi 5 hingga 6 detik.
Gempa Hari Ini - Sejak Dini Hari Guncang 2 Wilayah di Indonesia, Terkuat 5,9 SR Ini Penjelasan BMKG
Tektonik jauh dua kali, amplitudo 12-48 mm, durasi 93-118 detik. Tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).
"Status gunung tetap pada level III atau Siaga," ujar Didi Wahyudi sang Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara.
Keberadaan Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara tersebut dilarang untuk didekati apalagi didaki.
Masyarakat setempat termasuk para pendaki dilarang keras untuk ke arah lebih dekat Gunung Karangetang yang statusnya saat ini masih belum normal. Gunung Karangetang masih terus kontraksi.
Hingga saat ini masyarakat masih tetap dilarang agar tidak mendekati, tidak melakukan kegiatan di dalam zona bahaya pada radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua atau Kawah Utara dan kawah utama di wilayah selatan.
Serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Barat laut sejauh 3 kilometer dan ke arah Barat laut hingga Utara sejauh 4 kilometer.
Gunung Karangetang Siaga (Level III), Badan Geologi Minta Warga di 3 Kampung Segera Dievakuasi
Wakil Rakyat di Inggris Tuding Facebook Menghina Parlemen, Begini Alasannya
Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, menegaskan, warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua.
Di antaranya Kampung Niambangeng, Beba, dan Kampung Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran lava pada Gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.
Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, mengimbau, masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.
Hal ini kata Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, supaya bisa mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu yang bersumber dari Gunung Karangetang.
Didi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api, menyatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan.
"Waspada dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai dari sumber Gunung Karangetang," ungkapnya.
Sebelumnya, pada minggu pagi Gunung Karangetang pun mengalami hal yang sama, mengeluarkan beberapa aktivitas guguran lava walau kondisi cuaca saat itu sempat hujan.
Pengamatan Tribun di lokasi Gunung Karangetang, nampak gunung diselimuti kabut sampai tak teramati pada minggu (17/2/2019). Namun hal ini bukan berarti aktivitas guguran lava tak terjadi.
Saat bersua dengan Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang, menjelaskan, cuaca yang mendung dan turun hujan bukan berarti tidak membuat kontraksi pada Gunung Karangetang.
Katanya, aktivitas kegempaan Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara masih bisa teramati melalui peralatan.
"Apalagi saat ini peralatan sudah baik semuanya, sehingga data yang masuk lebih akurat," ungkap Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api.
Secara kegempaan dapat terpantau sejak pagi Petugas Pos Pemantau Gunung Api di Gunung Karangetang Provinsi Sulawesi Utara telah terjadi lima kali gempa guguran dengan amplitudo 3 sampai 5 milimeter, berdurasi 35 hingga 55 detik.
Juga ada gempa hembusan terjadi 12 kali dengan amplitudo 5 hingga 20 mimimeter, berdurasi 25 sampai 45 detik. Warga yang di Sitaro Provinsi Sulawesi Utara tetap waspada.
Aktivitas gempa tremor harmonik juga terekam meski hanya sekali dengan amplitudo 30 mm, dengan durasi 42 detik, juga gempa hybrid terjadi sekali, amplitudo 5 mm, S-P 0 detik, durasi 10 detik.
Terekam juga tektonik jauh sebanyak dua kali, amplitudo 10-30 mm, S-P 21 detik, durasi 45-125 detik.
Serta yang menjadi penanda aktivitas gunung terus berjalan yaitu terekamnya termor menerus atau microtremor dengan amplitudo 0.25 mm atau dominan 0.25 mm.
"Memang aktivitas ini cenderung lama, sehingga sampai sekarang status gunung Karangetang masih pada level III atau Siaga," tutur Didi Wahyudi Petugas Pos Pemantau Gunung Api.
Naik Bus Bayar Pakai Sampah, Kota di Pulau Kalimantan Ini Mau Ikut Terapkan
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Gunung Karangetang di Sitaro Hari Ini Tercatat 13 kali Gempa Guguran, http://manado.tribunnews.com/2019/02/19/gunung-karangetang-di-sitaro-hari-ini-tercatat-13-kali- gempa-guguran.
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Herviansyah
Gempa Terjadi 2 Kali di Samudera Hindia Selatan Jawa Kemarin, Warga Patut Waspada!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gunung-karangetang-sulut.jpg)