Berita Video

VIDEO - Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda, Inilah Makam Tua Belanda di Kota Balikpapan

Ia menjelaskan, makam tua tersebut bisa dikatakan merupakan peninggalan zaman Hindia Belanda telah berlangsung lama, sebelum adanya lahir negara

VIDEO - Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda, Inilah Makam Tua Belanda di Kota Balikpapan
(Tribunkaltim/BudiSusilo)
Amalia Putri Eka mengunjungi makam tua era Hindia Belanda di kawasan pemakaman Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/2/2019) sore. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Di balik pemakaman umum Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan,  ternyata terdapat makam tua era pemerintahan Hindia Belanda.

Keberadaan makam tua ini berada di bagian belakang paling pojok pemakaman umum Asrama Bukit Kota Balikpapan

Saat Tribunkaltim.co mengkonfirmasi kepada Sunaji Kepala Seksi Cagar Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kota Balikpapan, melalui pegiat budaya Heri Susanto, Senin (18/2/2019) pagi. 

Ia menjelaskan, makam tua tersebut bisa dikatakan merupakan peninggalan zaman Hindia Belanda telah berlangsung lama, sebelum adanya lahir negara Republik Indonesia. 

Ini Kata Badan Intelijen Soal Ledakan di Dekat Lokasi Debat Kedua Capres Tadi Malam

Cek Kata dan Fakta di Debat Kedua Pilpres 2019, Benarkah Pemerintah Sukses Atasi Kebakaran Hutan?

Cek Jadwal Pemerintah Kota Balikpapan Hari Ini, Dari Upacara Bendera Sampai Seminar Bulan K3

Posisi makam tua sudah tidak terawat telah banyak yang hancur. Kata dia, dilihat dari ciri fisik makam tua pada batu nisan ada keterangan informasi meninggalnya jenazah di makam tua. 

“Kami amati yang meninggal dunia itu pada era tahun 1945, pas zaman mau ada kemerdekaan Republik Indonesia. Balikpapan masih berada dalam genggaman pemerintahan Hindia Belanda,” kata Heri. 

Ia menjelaskan, berdasarkan kesaksian mata dari beberapa orang tua terdahulu, tidak jauh dari kawasan makam tua Hindia Belanda terdapat sebuah rumah sakit yang dibangun oleh Hindia Belanda

Ada beberapa pasien yang kebetulan orang campuran Belanda dengan suku-suku yang ada di Nusantara meninggal dunia di rumah sakit lalu dikuburkan di tempat yang dekat dengan rumah sakti. 

Dilihat dari batu nisan, nama-nama jenazah memakai nama khas orang erpa Belanda namun tidak meninggalkan fam dari suku asal. Seperti di antaranya ada dari suku Ambon, suku Sanger, dan suku Minahasa. 

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved