Tribun Wiki

Robot Anti Bom Telemax Pro 2009 Milik Polda Kaltim, Ini Kehebatannya

Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim miliki robot anti bom. Diberinama Telemax Pro 2009 robot canggih milik Polda Kaltim

Robot Anti Bom Telemax Pro 2009 Milik Polda Kaltim, Ini Kehebatannya
Tribunkaltim/fachri
Telemax Pro 2009 robot penjinak bom milik Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim. Rabu (20/2/2019) personel Brimob melakukan pelatihan mengoperasionalkan robot tersebut langsung dengan teknisi asal Jerman. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim kedatangan alutsista baru. Namanya Telemax Pro 2009, robot dengan kemampuan penjinak bom.

Robot buatan Jerman ini bisa digunakan di segala medan, baik di hutan maupun di perkotaan.

Fleksibilitas tinggi jadi keunggulannya. Beroperasi di area sempit seperti lorong bangunan, kontur alas yang rusak atau becek, maupun di area curam dan basah mampu dilewati robot ini.

Melihat Makam Tua Belanda di Asrama Bukit Balikpapan, Batu Nisan Bertuliskan Gaya Belanda

Naik Bus Bayar Pakai Sampah, Kota di Pulau Kalimantan Ini Mau Ikut Terapkan

Apabila bom berada di area tinggi misalnya kabin pesawat, robot ini bisa berdiri hingga 3 meter.

Tangga kemiringan 45 derajat dengan kondisi alas yang rusak mampu dilewati. Perangkat bam segala medan membuat mobilisasi robot ini semakin mudah.

Berikut Ini Kosa Kata Bahasa Gaul Lokal Kota Balikpapan, Ada Istilah Doa Panggil Hujan!

Sempat Sehari Dirawat di Rumah Sakit, Komedian Nana Krip Tutup Usia

Bawa Muatan 6 Ton Spandek, Truk Terbalik di Jalan Poros Samarinda-Bontang

"Kemampuan daya jelajahnya luas, baik off road, ruangan bahkan bisa lewati tangga," kata Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Mulyadi didampingi Wadanden Gegana AKP Wiwit Sudaryanto, Rabu (20/2/2019).

Tak hanya itu, di area minim cahaya atau gelap sekalipun robot ini bisa berfungsi. Ia dilengkapi 5 kamera resolusi tinggi yang mempunyai kemampuan vision night (penglihatan malam).

Telemax Pro 2009 ini dikendalikan dengan perangkat komputerisasi, yang dikendalikan operator. Operator pengendali robot ini bisa berada di jarak 100 meter hingga 1000 meter dari robot.

Visual gambar yang dilihat robot ini, tampak jelas dilayar panel kontrol. Sehingga sang operator bisa memutuskan langkah apa yang dilakukan dalam penanganan bom.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved