Berita Video

VIDEO - Hetifah Siap Perjuangkan Percepatan Standar Sapras Sekolah di Kaltim

Untuk PIP, lanjut Hetifah, sebanyak 23.000 siswa di Kaltim telah ia perjuangkan mendapatkan beasiswa, 1.406 diantaranya dari Kabupaten Paser.

VIDEO - Hetifah Siap Perjuangkan Percepatan Standar Sapras Sekolah di Kaltim
Tribunkaltim/sarassani
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah menyerahkan cenderamata kepada perwakilan guru usai acara sosialisasi PIP dan Bansos Pendidikan di SDN 001 Tanah Grogot, Kamis (21/2/2019). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Semangat juang Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hj Hetifah Sjaifudian untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan merata seperti tak pernah surut. Tidak hanya memfasilitasi program beasiswa, Hetifah juga menginginkan sekolah mendapat Bantuan Sosial (bansos) Pendidikan.

Hal itu seperti disampaikan Hetifah dalam acara sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bansos Pendidikan di SDN 001 Tanah Grogot, Kamis (21/2/2019). Di depan para guru dan orangtua murid, Hetifah mengatakan bahwa Bansos Pendidikan bertujuan peningkatan sarana dan prasarana (Sapras) sekolah.

Viral Video Siswa SMK Mengasari Guru Dalam Kelas, Teman-temannya Tertawa dan Bertepuk Tangan

VIDEO - Pemadam dan Relawan Daki Gunung Padamkan Kebakaran Lahan di Samarinda

Bule Ini Kaget Dengar Gaji di Indonesia: Kok Bisa Hidup Ya? Berikut UMP 2019 di Seluruh Provinsi

"Pemerintah sudah menyediakan berbagai beasiswa dari SD hingga Perguruan Tinggi (PT), Bansos Pendidikan agar Sapras sekolah memenuhi standar. Ini kami perjuangkan agar pendidikan di Kaltim lebih baik dan merata, sehingga anak-anak di Kaltim lebih giat belajar," kata Hetifah.

Untuk PIP, lanjut Hetifah, sebanyak 23.000 siswa di Kaltim telah ia perjuangkan mendapatkan beasiswa, 1.406 diantaranya dari Kabupaten Paser. Masih kalah jauh dari penerima PIP di provinsi-provinsi pulau Jawa. Untuk meningkatkannya, Hetifah perlu dukungan data terbaru dari sekolah-sekolah.

"Dapodik sekolah yang terupdate penting untuk pengusulan PIP ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kaltim masih dianggap daerah kaya oleh pemerintah pusat, padahal harga jual kelapa sawit anjok, makanya tahun lalu orang bisa saja mampu, sekarang tidak mampu dan anak-anaknya berhak mendapat PIP,” ucapnya.

Menguat Kabar Gian Zola Dpinjamkan ke PSS Sleman, Begini Penjelasan Manajemen Persib Bandung

Usai Disinggung di Debat, Fadli Zon Diam-diam ke Tambaklorok, Warga Cerita Jokowi Tak Ditanggapi

Dengan dapodik sekolah yang terupdate, Hetifah berharap penerima PIP Kaltim akan menjadi 60.000 siswa. Begitu pula terhadap Bansos Pendidikan, bantuan dari Kemendikbud ini belum banyak diketahui sekolah-sekolah di Kaltim, padahal bansos itu sangat diperlukan untuk meningkatkan sapras sekolah.

“Itu (bansos) ada juknisnya sama saya, makanya saya sosialisisasikan disini untuk percepatan standar sapras sekolah. Misalnya sekolah belum punya pagar, toilet, musholla atau lainnya, buat proposalnya nanti saya perjuangkan. Proposal boleh diusulkan individu atau sekolah, yang terpenting untuk fasilitas sekolah,” tambahnya.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Sarassani
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved