7 WNA Afghanistan Naiki Atap Rudenim Balikpapan dan Sempat Live Streaming, Ada Apa? 

WNA tersebut keluar dari kamar, lalu memanjat atap bangunan Rudenim. Beberapa di antara mereka melakukan live streaming menggunakan telepon genggam.

HO Polsek Balikpapan Timur
Para pencari swaka asal Afghanistan menaiki atap bangunan Rudenim Balikpapan, Kamis (21/2/2019) kemarin. Sebanyak 7 WNA itu menuntut agar segera dipindah dari Rudenim Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Warga Negara Asing (WNA) pencari suaka di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Balikpapan berulah lagi.

Sebanyak 7 WNA asal Afganistan melampiaskan protes, Kamis (21/2/2019).

Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Dody Susantyoko membenarkan hal tersebut.

Dari Seni Peran ke Politik, Ini Profil Kirana Larasati, Artis yang Kini Jadi Caleg PDI Perjuangan

SEDANG BERLANGSUNG - Link Live Streaming dan Live Score Arema vs Persib , Dua Tim Bertekad Lolos

Jelang Laga Arema FC vs Persib Bandung - Maung Bandung tak Pernah Menang dari 8 Kali Pertandingan

WNA tersebut keluar dari kamar, lalu memanjat atap bangunan Rudenim. Beberapa di antara mereka melakukan live streaming menggunakan telepon genggam.

"Ya, anggota kemarin laksanakan pengamanan demo 7 WNA asal Afghanistan di Rudenim. Hari ini normal," katanya, Jumat (22/2/2019).

Kamis kemarin, anggota polisi Polsek Balikpapan Timur dan Sabhara Polres Balikpapan melakukan penjagaan.

Lanjut Dody, ke 7 orang Afghanistan memanjat tembok bangungan dengan menggunakan tali tambang. Kemudian mereka berdiri di atas atap bangunan Rudemim. Salah satu dari mereka merekam aksi protes tersebut menggunakan smartphone.

Belakangan diketahui, mereka menuntut segera dikeluarkan dari Rudenim Balikpapan kepada pihak Imigrasi. Belum diketahui pasti mengapa mereka tak betah tinggal di dalam, menikmati fasilitas negara Indonesia.

"Dari keterangan para petugas imigrasi, para pencari swaka sebenarnya sudah diikuti kemauannya untuk keluar dari Rudenim. Mereka akan dikirim ke Tanjung Pinang, namun mereka tidak mau. Mereka hanya mau ke dikirim Ke Rudenim Jakarta atau Surabaya," jelas Dody.

Para pencari swaka asal Afghanistan menaiki atap bangunan Rudenim Balikpapan, Kamis (21/2/2019) kemarin. Sebanyak 7 WNA itu menuntut agar segera dipindah dari Rudenim Balikpapan.
Para pencari swaka asal Afghanistan menaiki atap bangunan Rudenim Balikpapan, Kamis (21/2/2019) kemarin. Sebanyak 7 WNA itu menuntut agar segera dipindah dari Rudenim Balikpapan. (HO Polsek Balikpapan Timur)

Bukannya terimakasih permintaannya keluar dari Rudenim Balikpapan dikabulkan, WNA tersebut malah menantang petugas dan polisi menangkap dan memukuli mereka.

Beruntung emosi petugas tetap terjaga. Tak terpancing dengan ulah dan provokasi 7 WNA tersebut. Akhirnya, mereka pun tak mau keluar dari Rudenim Balikpapan yang terletak di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur. Saat ditawarkan pemindahan oleh pihak Imigrasi.

"Mereka sudah kembali ke areal dalam, sekitar kamar mereka. Masih di dalam lingkungan Rudenim. Kalau loncat keluar, bisa dihabisi warga," ungkapnya.

Para pencari swaka asal Afghanistan menaiki atap bangunan Rudenim Balikpapan, Kamis (21/2/2019) kemarin. Sebanyak 7 WNA itu menuntut agar segera dipindah dari Rudenim Balikpapan.
Para pencari swaka asal Afghanistan menaiki atap bangunan Rudenim Balikpapan, Kamis (21/2/2019) kemarin. Sebanyak 7 WNA itu menuntut agar segera dipindah dari Rudenim Balikpapan. (HO Polsek Balikpapan Timur)

Untuk sementara situasi masih dapat dikendalikan. Aksi protes WNA pencari swaka bukan kali pertama terjadi. Warga sekitar Rudenim sudah biasa mendengar keributan daru dalam rudenim.

"Anggota saya beri penjelasan, polisi tidak bisa menangkap mereka, karena masih di bawah penanganan imigrasi. Tapi kalau anda melakukan kriminal Indonesia, memukul petugas atau warga sipil. Maka tanpa diminta, polisi akan tangkap," tegas perwira melati 1 di pundak. (*) 

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved