Eks Lokalisasi Bayur Berubah Jadi Tambang Batu Bara, Warga Lapor ke RT Diduga Ilegal

Aktivitas penambangan yang diduga ilegal itu membuat resah warga sekitar.Pasalnya terkait jarak antara lokasi tambang batu bara dengan rumah warga.

Eks Lokalisasi Bayur Berubah Jadi Tambang Batu Bara, Warga Lapor ke RT Diduga Ilegal
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Eks lokalisasi Bayur berubah menjadi lokasi tambang batu bara yang diduga ilega di jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Aktivitas penambangan yang diduga ilegal itu membuat resah warga sekitar.

Pasalnya jarak antara lokasi tambang batu bara dengan rumah warga kurang dari lima meter.

Polisi Tetapkan 2 Tersangka di Ledakan Pipa Gas Mall Taman Anggrek, Keduanya Berprofesi Engineer

Penjelasan Marion Jola Soal Video Buka Baju di Atas Panggung yang Viral

SEDANG BERLANGSUNG - Link Live Streaming dan Live Score Arema vs Persib , Dua Tim Bertekad Lolos

Di lokasi penambangan itu, tampak terlihat beberapa truk pengangkut batu bara, dan exavator yang digunakan untuk mengeruk tanah berisi emas hitam itu.

Sementara itu, beberapa warga yang masih tinggal di eks lokalisasi Bayur mengaku, aktivitas penambangan telah berlangsung sekitar 4-5 bulan.

Aktivitas penambangan berlangsung tanpa henti, membuat warga terganggu, termasuk takut menjadi korban longsor, pasalnya aktivitas tersebut membuat tanah menjadi longsor.

"Biasanya pagi sampai jam 1 malam. Kalau awal-awal nambang, mereka non stop. Beberapa kali terjadi longsor, kita tinggal sangat dekat, takut kami," ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya karena khawatir keselamatannya terancam, Jumat (22/2/2019).

Eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019).
Eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Kendati telah berlangsung cukup lama aktivitas tambang itu, namun dirinya tidak banyak melakukan protes, karena sadar tanah tempat dirinya dan keluarganya tinggal bukanlah miliknya, melainkan milik Pemkot Samarinda.

"Memang bukan milik kami, ini milik Pemkot. Tapi, paling tidak kami dimanusiakan juga. Kami belum punya tempat tinggal pengganti kalau mau pindah dari sini," ujarnya.

"Selain debu, bising, getaran, kita juga punya anak kecil di sini, takut kalau mereka main hingga tempat penggalian," sambungnya.

7 WNA Afghanistan Naiki Atap Rudenim Balikpapan dan Sempat Live Streaming, Ada Apa? 

Dari Seni Peran ke Politik, Ini Profil Kirana Larasati, Artis yang Kini Jadi Caleg PDI Perjuangan

Jelang Laga Arema FC vs Persib Bandung - Maung Bandung tak Pernah Menang dari 8 Kali Pertandingan

Lanjut dia menjelaskan, terkait dengan aktivitas tambang itu, terdapat sekitar enam keluarga telah mengadu ke pihak Kelurahan Sempaja Utara maupun Ketua RT setempat, namun hingga saat ini belum ada solusi terbaik yang diterimanya.

"Untuk pemilik tambang kami tidak tahu. Mengadu ke RT sudah kami lakukan. Kami harap kita direlokasi dengan kompensasi," harapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved