Eks Lokalisasi Bayur Jadi Lokasi Tambang, Jatam Kaltim Beri Komentar Terkait Izin 

"Makanya hal ini harus segera ditindak lanjuti, pihak ESDM sudah tahu. Kami juga akan mendesak Kepolisian untuk mengusut ini," pungkasnya.

Eks Lokalisasi Bayur Jadi Lokasi Tambang, Jatam Kaltim Beri Komentar Terkait Izin 
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim tengah menelusuri mengenai aktivitas tambang batu bara di eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan warga atas adanya aktivitas penambangan, yang langsung diteruskan oleh pihaknya ke Dinas ESDM Provinsi Kaltim.

Pihaknya menilai, izin pertambangan disekitar lokasi jalan Padat Karya telah usai.

"Kalau ada aktivitas, itu harus dipertanyakan kembali tentang izinnya," ucapnya, Jumat (22/2/2019).

Update Score Arema vs Persib, Makan Konate Cetak Gol ke Gawang Deden Natshir

Sabtu Ini Mitra Kukar Jalani Latihan Perdana di Bekasi, Hadapi Lawan Berat di Piala Presiden

Link Live Streaming Laga Hidup Mati Timnas Indonesia vs Kamboja, Tayang Pukul 18.00 WIB

Pihaknya menduga, aktivitas tambang yang terjadi di eks lokalisasi itu merupakan tambang ilegal.

"Besar kemungkinan itu tambang ilegal," tegasnya.

Dugaan mengenai aktivitas tambang ilegal itu diperkuat dengan tidak adanya papan informasi mengenai perusahaan yang melakukan penambangan.

"Dari pengamatan kami, tidak ada informasi mengenai perusahaan, tidak ada penjelasannya," ujarnya.

Pihaknya menilai, aktivitas pertambangan tersebut sangat membahayakan, karena jarak antara galian tambang dengan rumah warga hanya terpaut sekitar 2 meter, bahkan menurutnya sudah masuk ke halaman warga.

"Sangat membahayakan, terlepas apakah sudah terjadi pelepasan hak atau belum, tapi tetap tidak dibenarkan, tidak manusiawi dan sangat mengancam. Tidak ada jarak aman sesuai dengan UU maupun Permen," urainya.

Di Bontang, Penderita Demam Berdarah Melonjak Jadi 343 Kasus, Dinkes Beri Saran Begini

Penjelasan Marion Jola Soal Video Buka Baju di Atas Panggung yang Viral

Belum Rilis, Album TXT Sudah Dipesan Lebih 100 ribu Copy, Hanya dalam Waktu 3 Hari

Masih Rupang menjelaskan, jika diketahui aktivitas tambang tersebut resmi, maka perusahaan melakukan pelanggaran berat, yakni melanggar Permen Nomor 4 tahun 2012, mengenai indikator ramah lingkungan untuk usaha kegiatan penambangan terbuka batu bara.

Sedangkan jika tambang itu illegal, maka harus diseret ke ranah hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

"Kalau itu legal, pilihan pertama harus ditutup dan cabut IUP nya, itu pelanggaran berat. Kalau ilegal, pihak tambang harus diproses hukum," ungkapnya.

Eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019).
Eks lokalisasi Bayur, jalan Padat Karya, RT 15, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara berubah jadi tambang batu bara diduga illegal, Jumat (22/2/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

"Makanya hal ini harus segera ditindak lanjuti, pihak ESDM sudah tahu. Kami juga akan mendesak Kepolisian untuk mengusut ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved