Petani PPU Dapat Bantuan Teknologi Generator Plasma, Hetifah: Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kelompok Tani Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara patut bersyukur.

Petani PPU Dapat Bantuan Teknologi Generator Plasma, Hetifah:  Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani
IST
Kementerian Ristekdikti bekerjasama dengan Universitas Diponegoro menyerahkan seperangkat teknologi generator Plasma D'ozone kepada kelompok tani di PPU. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kelompok Tani Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara patut bersyukur. Selasa (20/2) siang kemarin, Kementerian Ristekdikti bekerjasama dengan Universitas Diponegoro menyerahkan seperangkat teknologi generator Plasma D'ozone, yakni sebuah inovasi perguruan tinggi industri berbasis teknologi plasma untuk pangan.

Inventor Generator Plasma D'ozone, Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, menyampaikan beberapa manfaat teknologi ini, diantaranya dapat memperpanjang masa simpan sayur dan buah, menjaga sayur dan buah agar tetap segar, ramah lingkungan dan tidak menyisakan residu.

"Teknologi ini juga dapat membunuh jamur bakteri virus penyebab pembusukan, serta menurunkan pestisida yang menempel pada sayur atau buah tersebut," papar Profesor yang telah mengerjakan riset ini selama 20 tahun.

IPAM Damai Stop Produksi, 45 Persen Distribusi Air Terganggu, Ini Daerah Layanan Terganggu

Acara serah terima yang diikuti tak kurang dari 100 orang kelompok tani di Desa Gunung Mulia ini, dihadiri Asisten 1 Bupati PPU Suhardi, Kepala Dinas Pertanian PPU Joko Dwi Fetrianto, dan Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Suhardi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas dukungan peralatan ini.

"Saya harap alat ini bisa bermanfaat bagi para petani. Jadi membantu petani untuk memperlama masa simpan, dan tentu kualitas hasil taninya. Harga juga jadi bisa stabil", jelasnya.

Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara menyatakan bahagia atas datangnya alat canggih yang menyehatkan ini. Menurutnya tanaman hortikultura sangat mudah rusak atau cepat sekali busuk, sehingga perlu penanganan yang tepat.

"Penanganan yang tepat ini sangat diperlukan untuk meningkatkan harga jual, yang akhirnya berujung pada peningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani", jelasnya.

Sering Diejek, Begini Kisah Muhammad Saputra, Bocah Penjual Cilok Tulang Punggung Keluarga

Menurut Hetifah, upaya mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia menjadi tantangan tersendiri.

"PPU ini memberikan saya optimisme bahwa ketahanan pangan kita selalu bisa terjaga. Ini perlu sinergi kita bersama," tutupnya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved